Pekan Apresiasi Seni Meriahkan HGN dan HUT PGRI Ke-76

Bagikan berita

SUMBAWA, Samotamedia.com – PGRI Kabupaten Sumbawa akan menggelar Pekan Apresiasi Seni (PAS) menyambut Hari Guru Nasional (HGN) 2021 dan HUT PGRI ke 76 yang jatuh pada Kamis 25 November 2021 mendatang.

Ketua PGRI Kabupaten Sumbawa, H. Ahmad Yani mengatakan, Pekan Apresiasi Seni atau PAS akan dikemas dalam bentuk perlombaan berbasis kearifan lokal. Mulai dari lomba membaca puisi, nyanyi solo, pidato bahasa Sumbawa hingga paduan suara.

Puisi yang dibacakan peserta bukan sembarang puisi. Melainkan puisi karya sastrawan lokal Sumbawa. ”Kita mau perkenalkan bahwa Sumbawa punya sastrawan,” kata Yani saat ditemui di SMKN 2 Sumbawa, Rabu (3/11/2021).

Lomba tersebut akan dipusatkan di Gedung Dea Guru PGRI Kabupaten Sumbawa di Jalan Raya Moyo Hilir selama empat hari. Mulai dari 6 hingga 9 November 2021. Peserta lomba adalah utusan dari 23 Cabang PGRI Se-Kabupaten Sumbawa.

Selain lomba yang diselenggarakan PGRI kabupaten, ada juga kegiatan lain yang diselenggarakan oleh masing-masing cabang PGRI dan sekolah-sekolah.

”Nanti ada beberapa cabang akan melaksanakan jalan santai, ada sepeda juga. Sekolah juga merayakan. Tapi harus tetap taat protokol Covid-19,” ujarnya.

Puncak perayaan HUT PGRI dan HGN 2021 akan dipusatkan di Kecamatan Utan, Kamis 25 November 2021. Rencana akan dihadiri Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah.

Puncak perayaan HUT PGRI dan HGN tahun ini sengaja dipusatkan di kecamatan. Biar kehadiran PGRI dirasakan langsung oleh masyarakat di kecamatan dan desa.

”Kenapa di Utan, ini inisiatifnya dari Cabang Utan. Ini bagus, agar ke depan cabanglah (Lebih berperan). Siapa tau tahun berikutnya di cabang lain,” katanya.

Momentum HUT PGRI ke 76 dan HGN 2021 diharapkan menjadi momentum kebangkitan semangat guru di Kabupaten Sumbawa setelah sekian lama dilanda pandemi Covid-19.

”Sebagaimana tagline HUT PGRI ‘Guru Bangkit Indonesia Maju’. Artinya setelah pandemi harapan kita adalah semangat bangkit lagi. Karena selama pandemi banyak keterbatasan,” ujarnya.

Selain itu, guru juga harus mampu menjadi contoh dan tauladan yang baik. Baik kepada siswa maupun kepada masyarakat pada umumnya.

”Tugas guru adalah yang termulia sekaligus tersulit. Karena di tangan mereka masa depan bangsa. Guru pembentuk masa depan bangsa. Kita berharap tetap semangat. Guru jangan menyerah,” pungkasnya. (Jho)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...