Pemdes Uma Beringin Khawatir dengan Ramainya Pasar Kerato

Bagikan berita

SUMBAWA – Ramainya pedagang di pasar kerato menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi pemerintah Desa Uma Beringin sebagai pemilik wilayah.

Di samping masih ramai, banyak pengepul yang datang dari luar daerah bahkan sudah standby dari jam 12 malam.

”Kan rata-rata dari luar daerah (Pengepul). Pengepul-pengepul itu kan dari luar semua,” ujar Penjabat Kepala Desa Uma Beringin, Taufiq Khilata kepada samotamedia.com, Senin (6/4).

Kondisi tersebut cukup disayangkan. Satu sisi, warga Uma Beringin telah ditertibkan sebagaimana himbauan pemerintah, jaga jarak, hindari keramaian, kurangi aktifitas di luar rumah dan terapkan pola hidup sehat.

Tak hanya itu, kegiatan ibadah seperti sholat jumat pun sementara waktu diganti dengan solat dzuhur.

Baca juga:  Ketat, Pelantikan 30 Kades Digelar Pagi Ini

”Masjid pun hanya mimbarnya saja yang kita gunakan. Kita tertibkan semuanya. Sementara pasar masih ramai,” tambahnya lagi.

Pihak desa beberapa kali memantau langsung kondisi pasar. Bahkan pekan lalu, pihaknya konsultasi dengan pemerintah kecamatan setempat.

”Pernah malam kami pantau. Kita mau tertibkan, tapi kewenangan kami kan terbatas. Ini wewenang pemda. Kita hanya pemilik lokasi,” ujarnya.

Taufiq berharap keberadaan pasar selama masa pandemi corona ditata. Kalau tidak memungkinkan untuk ditutup sementara, paling tidak jumlah pedagang dibatasi.

”Kami sangat berharap agar pemerintah daerah bisa mencarikan solusi,” pungkasnya. (jho)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...