Pencarian Korban Tenggelam di Maronge Dihentikan Sementara

Bagikan berita

SUMBAWA – Andika Hasbullah, korban yang yang hilang terseret arus sungai di Maronge belum ditemukan. Pencarian yang dilakukan hingga sore tadi tidak membuahkan hasil. Tim SAR terpaksa menghentikan pencarian dan dilanjutkan besok pagi, Jumat (8/1).

Koordinator Pos Basarnas Kabupaten Sumbawa, Suryaman, S.Si.T kepada Samota Media mengungkapkan, pencarian terhadap korban dilakukan selama 6 jam. Tim SAR gabungan dibantu warga sekitar penyusuri sungai sejauh 1,5 kilometer jaraknya dari lokasi kejadian.

Mekanisme pencarian dilakukan dengan dua cara. Pertama menyisir pinggir sungai dan pencarian menggunakan perahu keret serta menggunakan tali. Namun berbagai upaya masih gagal.

”Sudah kita upayakan pencarian namun hasil masih nihil,” kata Suryaman saat dihubungi, Kamis (7/1) sore.

Tim SAR juga disulitkan oleh kondisi ujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut. Sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat dan arus semakin deras.

Baca juga:  Miris, Puluhan Tahun Baturotok Sumbawa tanpa Listrik PLN

Dikhawatirkan menimbulkan korban lain, tim akhirnya memutuskan untuk menghentikan pencarian dan dilanjutkan besok pagi.

”Hujan lebat, arus sungai semakin deras. Sehingga pencarian dihentikan atas kordinasi pihak keluarga dan kepala desa. Kondisi tidak memungkinkan melanjutkan pencarian. Kalau dipaksakan dikhawatir ada korban lagi,” ujarnya.

Menurutnya, pencarian lanjutan masih akan menggunakan mekanisme yang sama. Pencarian akan dilakukan dari titik kejadian, dan menyasar sejumlah kubangan bekas galian eksavator saat normalisasi sungai. Jaraknya sekitar 200 hingga 300 meter dari titik nol.

”Tidak hanya satu kubangannya. Ada banyak. Bekas eksavator. Kan sungainya pernah dinormalisasi,” terangnya.

Jika hasilnya masih nihil kemungkinan rute pencarian akan diperpanjang. Meski resikonya semakin ke hulu, kondisi sungai semakin lebih dalam.

Baca juga:  Putusnya Jembatan Brang Punik hingga Sulitnya Menyebrangi Tempoak Renok Orong Telu

”Iya rute pencarian diperpanjang. Tapi menurut warga semakin ke bawah, sungai semakin dalam dan banyak kayu,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, salah seorang warga asal Dusun Batu Nyonyong Desa Maronge Kecamatan Maronge hilang terseret arus air sungai Kamis (7/1) pagi sekitar pukul 08.00 wita.

Terakhir sebelum kejadian, korban bersama anaknya Pahri yang masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar pergi ke sungai. Tepatnya di lokasi Embung Batu Nyonyong.

Di embung tersebut, korban melihat pelampung yang mengapung di dasar embung. Pelampung tersebut diambil korban menggunakan pengait.

Diduga kuat, saat mengambil pelampung tersebut, kakinya tergelincir sehingga korban jatuh ke dasar embung yang kondisi air memutar. Lalu tenggelam dan akhirnya hilang terseret arus. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...