Pendaftar Cenderung PHP, Satu Rombel di SMKN 1 Sumbawa Tidak Mencapai Kuota

Bagikan berita

Samotamedia.com – Hasil seleksi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK telah diumumkan 28 Juni 2020 lalu. Di SMKN 1 Sumbawa, hanya satu kompetensi keahlian yang belum mencapai kuota. Yakni Tata Busana.

Kepala SMKN 1 Sumbawa, Hasiah, S.Pd mengungkapkan, kompetensi keahlian Tata Busana ditargetkan dua Rombongan belajar (Rombel). Namun baru satu Rombel yang terpenuhi, sementara satu Rombelnya baru 28 orang.

“Rencananya kemarin 14 Rombel dan sekarang Alhamdulillah sudah tercapai yang walaupun ada satu jurusan yang belum mencapai jumlah siswanya 1 Rombel. Yaitu jurusan Busana. Kemarin Busana dua Rombel dan satu Rombel sudah terpenuhi. Jadi satu Rombel yang belum tercukupi, yang seharusnya 32 siswa kini masih 28 siswa,” ujar Hasiah, Kamis (2/7/2020).

Meski kurangnya hanya 4 orang, pihak sekolah tetap melakukan perpanjangan waktu pendaftaran. Bahkan rencana perpanjangan itu telah diusulkan ke Dikbud Provinsi NTB dan telah disetujui. Pendaftaran tak lagi online, melainkan dilakukan secara offline sampai 15 Juli mendatang.

Baca juga:  Gelar FGD, GenBI UNSA Bahas Vaksinasi Covid-19

“Dan dari Provinsi kami diizinkan, bagi sekolah yang belum mencapai kuota di izinkan untuk menerima secara offline dan sebelumnya melapor ke provinsi untuk mencapai kuota itu sampai batas 15 Juli 2020,” imbuhnya.

Hasiah menjelaskan menyebab kuota belum terpenuhi. Antara lain, kata dia, tata busana cenderung menjadi pilihan alternatif. Yang vaforit di kalangan pendaftar yakni Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Itu pun setelah pengumuman, siswa yang tidak terakomodir di TKJ malah milih cabut berkas dan daftar ke sekolah lain.

”Banyak siswa yang mengambil Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) sebagai pilihan utama. Busana pilihan kedua. Tapi ketika tidak bisa lulus di TKJ siswa tersebut tidak mau ambil pilihan kedua (Busana) dan memilih sekolah lain,” ujarnya.

Baca juga:  Tatap Muka New Normal Dimulai 1 Oktober

Penyebab lainnya, banyak siswa yang PHP (Pemberi harapan palsu). Mereka hanys ikut-ikutan daftar. Saat pengumuman dan lulus, siswa bersangkutan tidak lanjut malah pilih cabut berkas dan daftar lagi ke tempat lain.

“Awalnya mereka hanya ikut-ikutan teman. Diajak oleh temannya langsung ikut dan tidak tau sebenarnya jurusan yang diambil itu apa. Setelah pendaftaran ngga bisa narik (Berkas), otomatis tunggu pengumuman. Setelah pengumuman, karena tidak sesuai dengan hati dia menarik diri dan kami mengizinkan itu,” terangnya. (cr-abi)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...