Pendapatan Retribusi Parkir MXGP Samota Jauh dari Target

Bagikan berita

SUMBAWA, Samotamedia.com – Motor Cross Grand Prix (MXGP) of Indonesia yang berlangsung pada 24-26 Juni 2022 lalu berakhir sukses. Balapan motor kelas dunia itu banjir penonton.

Tapi pendapatan dari hasil parkir kendaraan selama tiga hari pelaksanaan MXGP hanya Rp 51 juta. Jumlah tersebut juga tidak seutuhnya masuk ke kas daerah karena harus dibagi dengan para juru parkir.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa Abdul Azis mengungkapkan, pendapatan bersih daerah dari hasil parkir MXGP hanya Rp 25,5 juta. Sisanya adalah jatah para juru parkir (Jukir) yang bertugas.

Berdasarkan Perda, kata dia, sistem pembagiannya yakni 50:50. Yakni 50 persen masuk ke daerah dan 50 persennya lagi untuk juru parkir.

”Kemarin kami bayar 50 persen untuk Jukir, sama dengan parkir yang kita laksanakan di tepi jalan sistemnya,” katanya kepada awak media belum lama ini.

Pendapatan dari hasil parkir MXGP memang cukup jauh dari target. Estimasi awal Rp 129 Juta namun meleset karena beberapa kendala. Antara lain adanya lahan atau pengelola parkir di luar Dishub dan penyekatan yang mengakibatkan kendaraan tidak boleh masuk.

”Kami siapkan lima lokasi lahan parkir dengan total 136 jukir. Dua lokasi untuk roda dua, dan tiga untuk roda empat. Tetapi sampai hari terakhir satu lahan yang sekitar enam hektare (roda empat) tersebut tidak terisi, baik hari pertama maupun terakhir,” terangnya.

”Dua lahan lagi untuk roda empat tersebut itu terisi hanya setengah saja di hari ketiga. Hari pertama dan kedua yang kita siapkan 3,2 hekater tersebut hanya terisi setengah, hari ketiga baru full,” imbuhnya.

Adapun terkait isu tidak meratanya pembagian dengan Jukir, menurutnya itu adalah miss komunikasi. “Isu itu, semua sudah clear, hanya miss komunikasi,” tandasnya. (Red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...