Pengerjaan Molor, Kontraktor Jalan Lantung Sepukur-Ropang Didenda

Bagikan berita

SUMBAWA, Samotamedia.com – Pengerjaan jalan Lantung Sepukur-Ropang molor. Hingga habis masa kontrak pengerjaan masih minus sekitar 20 persen. Atas keterlambatan itu, kontraktor diberi sanksi berupa denda.

”Konsep denda, 1 per mil per hari (1/1000 kali jumlah kontrak),” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa, Dian Sidartha saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/11/2021).

Seperti diketahui, pengerjaan proyek dimenangkan oleh PT. Nindya Toba Artha berlangsung selama 180 hari kalender. Terhitung sejak 17 Mei 2021 hingga 13 November 2021 kemarin.

Keterlambatan pengerjaan proyek dengan nilai kontrak Rp8,64 miliar itu terkendala cuaca. Menurut Dian, proses pengerjaan sempat terkendala hujan yang mengguyur wilayah tersebut.

”’Sudah persiapan hotmix. Karena hujan, distribusi material terhambat. Untuk naik ke sana perbaiki jalan Lantung dulu. Angkut material dari Simpang Lito,” terangnya.

Kendala lainnya, kondisi tanah di wilayah tersebut juga labil. Kondisi itu menyebabkan pondasi jalan di sejumlah titik kembali rusak. Sehingga harus diperbaiki kembali.

Besok (Selasa (16/11), PUPR akan menerjunkan tim untuk mengecek kondisi lapangan. Sekaligus mengecek volume pengerjaan hingga akhir masa kontrak, sebagai acuan untuk menentukan jumlah denda.

Dikatakan, masa denda akan berlangsung selama 50 hari kalender sejak masa kontrak berakhir. Jika dalam durasi waktu tersebut pengerjaan belum juga rampung, maka resiko bagi kontraktor adalah putus kontrak. (Jho)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...