Pengunjung dan Pekerja Cafe di Senggigi Dirapid Test Antigen

Bagikan berita

LOMBOK BARAT – Polres Lombok Barat bersama Dinas Kesehatan dan Sat Pol-PP melakukan Rapid Test Antigen terhadap pekerja dan pengunjung sejumlah cafe di kawasan Senggigi, Sabtu (30/1) malam.

Kepala Bidang Penaggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lombok Barat dr. H. Ahmad Taufiq Fatoni mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Evaluasi perkembangan Covid-19 di Lombok Barat.

“Perkembangan kasus Covid-19 di NTB yang cukup menghawatirkan, termasuk di Lombok Barat, mau tidak mau bagaimana prokes ini diterapkan,” katanya.

Kegiatan sampling Rapid Test Antigen ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penyebaran covid 19 di Lombok Barat. Kemudian menetukan pola yang tepat dalam menekan angka penyebaran covid-19.

“Sehingga Gugus Tugas Lombok Barat, bersama Tim Reaksi Cepat penanggulangan Covid-19 dan jajaran Polres Lombok Barat berinisiatif untuk melaksanakan Rapid Test Antigen. Untuk mengetahui sejauh mana penyebaran Covid-19 di Lombok Barat, terutama di daerah wisata,” ujarnya.

Baca juga:  5 Warga Uma Beringin Digigit Anjing Gila, Kades Buat Sayembara

Saat disinggung hasil kegiatan sampling Rapid Test Antigen ini, dr. Fatoni menjelaskan telah melakukan sampling terhadap Sepuluh orang di tempat hiburan malam, semuanya dengan hasil negative.

“Dari hasil kegiatan sampling Rapid Test Antigen malam ini memang semuanya dengan hasil negative, dan ini didukung oleh pengelola menerapkan protocol kesehatan cukup baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Lobar AKBP Bagus S. Wibowo, SIK melalui Kabag Ops Polres Lombok Barat AKP Kadek Metria, S.Sos., S.H., M.H mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa kegiatan dalam penaggulangan dan pencegahan Covid-19 di Wilayah Hukum Polres Lombok barat.

“Mulai dari kegiatan penyekatan di Tempat Wisata Senggigi, secara terbuka melakukan kegiatan himbauan melalui kegiatan Patroli skala besar, himbauan pembatasan jam malam,” ungkapnya.

Baca juga:  Update Corona di RI 11 April: 3.842 Positif, 327 Meninggal, 286 Sembuh

Kabag ops juga menjelaskan bahwa kegiatan secara tertutup juga dilakukan dengan mengerahkan personel polisi tidak berseragam turut berperan aktif dalam kegiatan pencegahan.

“Secara tertutup, unit-unit intelkam melakukan pemeriksaan Identitas, himbauan prokes (3 M) dan tidak berkerumun” ucapnya.

Dikatakan pula bahwa himbauan jam malam ini dilakukan agar jangan sampai terjadinya kerumunan, dan ini juga merupakan rangkaian kegiatan bersama Dinas Kesehatan Lobar dalam sampling Rapid Test Antigen.

“Sementara kita masih melakukan himbauan terkait jam malam, bila ini tidak diindahkan maka akan diberikan sanksi tegas, hingga berujung penutupan,” pungkasnya. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...