Petani di Batu Tering Terancam Gagal Panen

Bagikan berita

SUMBAWA, Samotamedia.com – Petani di Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu terancam gagal panen. Meski musim hujan, tanaman padi mereka menguning. Diduga karena tanaman kekurangan pasokan air.

Kepala Desa Batu Tering Alwan Hidayat mengatakan, kondisi pertanian di Batu Tering saat ini dalam kondisi kritis. Para petani terancam gagal panen karena tanaman padi mereka kekurangan air.

Sementara bendungan Tiu Angat yang menjadi satu-satunya sumber air dalam kondisi rusak parah. ”Saat ini kondisi pertanian masyarakat dalam keadaan kritis akibat dari tidak ada suplai air bendungan sebagai akibat dari rusak parah menahun,” ujar Alwan, Senin (7/2/2022).

Bendungan Tiu Angat mengairi sekitar 430 hektar lahan petani. Tidak hanya lahan petani di Batu Tering tapi juga petani di desa tetangga, Lito. Bendung itu bahkan satu-satunya penopang pertanian kedua desa.

Bendungan tersebut mulai rusak akibat diterjang banjir pada tahun 2019 lalu. Kondisi itu menyebabkan hasil pertanian di tahun 2020 sempat terjun bebas dari delapan ton menjadi 3 ton per hektare.

Warga beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya. Terakhir, Maret 2021 lalu para petani gotong royong membangun bendung darurat menggunakan kayu. Namun kembali rusak.

Menurut Alwan, rusaknya bendungan serta ancaman gagal panen telah dilaporkan ke instansi terkait. Dan tim dari Balai Pelatihan Pertanian bersama PPL telah terjun ke lokasi untuk meninjau kondisi para petani.

”Kami berharap agar segera melakukan tindakan taktis sebagai tindakan pertolongan pertama dengan cara bantuan mesin air. Sehingga persoalan dapat segera tertangani,” harapnya.

”Ke depan kami berharap sehubungan dengan sudah dibuat Desen Enggenering (DED) oleh PU agar bisa dituntaskan tahun 2022 ini sesuai dengan rencana leading sektor terkait,” tambah Alwan. (Jho)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...