PKBM Generasi Bakti Mandiri Latih Warga Binaan Bikin Produk Olahan Kelapa

Bagikan berita

SUMBAWA – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Generasi Bakti Mandiri menggelar pelatihan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP).

Pelatihan dipusatkan di Sekretariat PKBM di Dusun Kanar Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas. Dibuka secara resmi oleh Sekdis Dikbud Sumbawa, Ir. Surya Darmasya, Kamis (1/7/2021).

Dalam pelatihan ini, warga binaan dilatih membuat berbagai produk dari bahan baku kelapa. Mulai dari membuat Nata de coco, Virgin Coconut Oil (VCO) hingga keripik kelapa.

Virgin Coconut Oil (VCO) adalah minyak kelapa yang diekstraksi dan bermanfaat bagi kesehatan. VCO dibuat dengan kopra, atau daging kelapa kering yang dikeluarkan dari cangkang dan ditekan untuk mengekstrak minyak alami.

Sedangkan Nata de coco adalah hidangan penutup yang terlihat seperti jeli, berwarna putih hingga bening dengan tekstur kenyal. Makanan ini dihasilkan dari fermentasi air kelapa.

Baca juga:  Gandeng Alam Tara Institute, LPW NTB Gelar Literasi Konstitusi

Ketua PKBM Generasi Bakti Mandiri, Suryanto, A.Md mengatakan, pelatihan ini merupakan program kerjasama pihaknya dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus dan Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud.

Pelatihan berlangsung selama dua bulan. Terhitung sejak Kamis 1 Juli 2021 hingga Akhir Agustus 2021, dengan hitungan 66 jam pembelajaran. Instrukturnya diambil dari orang berkompeten di bidangnya.

Jumlah peserta pelatihan terdiri dari 20 orang. Mereka adalah warga setempat, seperti Dusun Kanar dan Kayu Madu. Menurutnya, peserta pelatihan tidak asal comot. Mereka dipilih berdasarkan latar belakang ekonomi dan pendidikan.

”Kita mengambil dari ekonomi ke bawah dan tingkat pendidikannya itu paling tinggi SMA. Tapi kita prioritaskan yang di bawah SMA dulu,” terangnya.

Baca juga:  22 Pelajar SMAN 1 Sumbawa Lulus SNMPTN

Selain dibekali dengan berbagai keterampilan, peserta juga akan didampingi hingga mampu melahirkan berbagai produk, pengembangan produk, hingga pemasaran produk.

Dalam hal pemasaran, pihak PKBM akan menggandeng koperasi. Tak hanya itu, pihak PKBM juga bertekat agar produk warga binaannya bisa tembus ritle modern seperti Alfamart dan Indomaret.

”Masukkan produk ke Indomaret, Alfamart dengan syarat mempunyai izin,” katanya.

Suryanto berharap, peserta dapat mengikuti pelatihan sampai akhir. Berbekal keterampilan, warga binaan diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup, dan mandiri secara ekonomi. (Red/*)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...