PMII Sumbawa Desak Aparat Berantas Premanisme

Bagikan berita

SUMBAWA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumbawa menggelar aksi demonstrasi, Selasa (29/6/2021).

Massa mendatangi Polres Sumbawa, Kantor Bupati dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa.

Dalam aksinya, PMII mendesak pemerintah dan aparat untuk menertibkan Pasar Seketeng dari preman.

Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Andriansyah dalam orasinya mengungkapkan, keberadaan preman di Pasar Seketeng kian meresahkan. Bahkan baru-baru ini salah satu alumni PMII Sumbawa menjadi korban arogansi preman pasar.

Menurutnya, korban yang juga salah satu pedagang di Pasar Seketeng itu diduga dianiaya preman hingga mengalami luka lebam di bagian wajah.

”Salah satu mantan Ketua Umum PMII Sumbawa (Sebut nama) mendapat tindakan kekerasan fisik, pemukulan yang menyebabkan lebam di mata kiri korban,” ungkap Andri saat berorasi di depan Mapolres.

Oleh karenanya, PMII mengutuk keras tindakan premanisme di Sumbawa. Menurut mahasiswa, premanisme harus diberantas. Tidak hanya di pasar-pasar, tapi juga di tempat lain di wilayan hukum Polres Sumbawa.

”Para kader PC PMII Sumbawa mengecam tindakan premanisme di Pasar Seketeng khususnya, dan di Kabupaten Sumbawa keseluruhan,” ujar Andri.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Samotamedia.com, kasus dugaan penganiayaan yang menimpa salah satu alumni PMII Sumbawa itu terjadi di rumah mertuanya di wilayah PPN Bukit Permai, Jumat, 25 Juni 2021 sore.

Baca juga:  NTB dan Bali Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama

Kejadian berawal dari komentar korban di media sosial facebook. Dalam komentarnya, korban menyoroti aksi preman pasar yang menurutnya meresahkan.

”Sya selaku pedagang makanan dipasar seketeng sering sekali menemukan aksi premanisme. sering sekali para preman mabuk dan mengambil makanan dan buah milik para pedagang. itupun disertai ancaman. mohon ditindak segera,” kata korban dalam komentarnya.

Kuat dugaan, komentar korban itu memancing kemarahan preman pasar hingga berujung penganiayaan terhadap korban. Atas kejadian itu, korban kemudian melapor ke polisi pada Jumat (25/6) malam.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Akmal Novian Reza, SIK di hadapan massa aksi membenarkan adanya laporan tersebut.

Menurutnya, laporan korban atas nama Rudianto telah ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Mulai dari menerima laporan, pemeriksaan, pendalaman, hingga mengamankan terlapor.

Namun demikian, kasus ini telah dihentikan. Penyelesain perkara menggunakan sistem restorative justice. Restorative justice adalah sistem penyelesaian perkara di luar persidangan. Langkah tersebut ditempuh ketika pelapor dan terlapor sepakat untuk berdamai.

”Kasus ini sudah dihentikan. Karena terlapor dan pelapor ingin berdamai sehingga dilakukan restorative justise. Artinya, rekan-rekan semua, Polres Sumbawa sudah menangani (Perkara) secara profesional,” terangnya.

Baca juga:  Merasa Dikucilkan, Warga Labuhan Bontong Ngadu ke Dewan

Selain itu, Akmal juga menegaskan bahwa pemberantasan premanisme menjadi salah satu fokus Polri saat ini. Karena pemberantasan premanisme merupakan perintah langsung Kapolri kepada seluruh Polda dan Polres jajaran.

Di Sumbawa, kata dia, pemberantasan premanisme termasuk di Pasar Seketeng dilakukan setiap hari.
”Terkait pemberantasan premanisme, kami dari pusat diperintahkan oleh bapak Kapolri. Kalau rekan-tekan lihat di media sosial, saya bersama jajaran setiap hari melakukan pemberantasan premanisme, khususnya di Pasar Seketeng,” pungkasnya.

Pantauan; usai berorasi di depan Mapolres, demo PMII berlanjut ke kantor Bupati Sumbawa. Kedatangan massa aksi diterima oleh Sekda Kabupaten Sumbawa, H. Hasan Basri dan Kepala UPT Pasar Seketeng, Masangan.

Demo berakhir di Kantor DPRD Sumbawa. Kedatangan massa aksi diterima langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Sumbawa, Drs. Mohamad Ansori dan perwakilan Komisi II DPR.

Di Kantor Bupati maupun DPR, PMII menuntut beberapa hal. Pertama mendesak pemerintah daerah agar profesional dalam melakukan penataan dan pengelolaan Pasar Seketeng.

Kedua, mendesak DPR untuk menjalankan tugas pengawasan Pasar Seketeng secara profesional serta membentuk Pansus. Terakhir, PMII mendukung penuh aparat kepolisian dalam memberantas aksi premanisme di Sumbawa. (Red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...