Polda NTB Gulung Sindikat Narkoba di Lombok Barat

Bagikan berita

MATARAM – Polda NTB menangkap 8 terduga penyalahgunaan narkoba. Mereka ditangkap di markasnya disebuah rumah kontrakan di Puncang Daye, Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar Lombok Barat, Minggu (3/1/2020) siang.

Dari kesemua terduga, satu diantaranya wanita. Dia adalah JHI. Perempuan kelahiran Lombok Timur 10 November 1983 yang berlamat di Pancung Daye, Desa Sandik, Kecamatan Batu layar Lombok Barat.

Sedangkan tujuh lainnya yakni MYA (Pembeli Bahan), Laki laki kelahiran Gunung Sari 16 Mei 1993. Alamat Desa Kekait, Kecamatan Gunung sari Kota Mataram. RZ (Pembeli Bahan), Laki laki kelahiran Medas 1989. Alamat Medas Bedugul, Kecamatan Gunung Sari Kota Mataram.

JT (Pembeli Bahan), Laki laki kelahiran Kapek 27 September 1973. Alamat Desa Kapek Bawah, Kecamatan Gunung Sari Kota Mataram.

Kemudian MS (Peluncur), Laki laki kelahiran Medas, Alamat Desa Medas, Kecamatan Gunung Sari Kota Mataram. BRM (Peluncur), Laki laki kelahiran Libungan 07 November 1980. Alamat Montong Sager Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari Kota Mataram.

SF (Bawa Bahan), Laki laki beralamat Tanaq Embet, Kecamatan Batu Layar Lombok Barat dan DB (Bawa Bahan), Laki laki kelahiran Aiq Are Sandik 7 Agustus 1993. Alamat Desa Aiq Are, Kecamatan Batu Layar Lombok Barat.

Baca juga:  Penertiban APK, Ratusan Personil Gabungan Diterjunkan

Kabid Humas Polda NTB, Artanto, SIK.,M.Si mengungkapkan, penangkapan terduga berawal dari informasi masyarakat. Bahwa di rumah tersebut sering terlihat aktifitas yang mencurigakan.

”Rumah tersebut sering didatangi oleh banyak orang,” terang Artanto.

Dari informasi tersebut kemudian tim Opsnal Ditresnarkoba melakukan penyelidikan. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, benar saja, di dalam rumah tersebut terlihat banyak orang mencurigakan.

”Dari informasi tersebut kemudian ketua tim bersama anggota langsung menuju lokasi dan melakukan penangkapan,” imbuhnya.

Setelah berhasil mengamankan para tersangka, selanjutnya dilakukan penggeledahan disaksikan oleh Kepala Dusun Puncang Daye.

Hasilnya, tim menemukan banyak bukti. Meliputi 1 buah tas pinggang warna merah berisi 1 bungkus klip sedang berisikan Narkotika Jenis Shabu dengan berat bruto 7 gram. 1 bungkus klip sedang berisikan Narkotika Jenis Shabu dengan berat bruto 7 gram.

Kemudian 1 bungkus sedang berisikan Narkotika Jenis Shabu dengan berat bruto 7 gram dan 1 bungkus klip yang berisikan 2 poket sedang dengam berat bruto 4 gram.

Baca juga:  Hari Kartini, Momentum Bangkitnya Semangat Perempuan

”Berat keseluruhan Bruto 25 gram,” terangnya.

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan barang bukti lain. Yakni 1 buah tas pinggang warna hijau berisikan uang tunai sebesar Rp 750.000, 2 unit handphone merk nokia dan realme.

Kemudian ditemukan bukti tambahan berupa 1 bungkus berisikan klip kosong, 1 buah sekop pipet, 1 unit Handphone warna hitam merk Samsung, 1 buah timbangan elektrik, 4 Unit Motor dan 7 unit handphone.

Selanjutnya kedelapan tersangka berikut barang bukti diamankan ke kantor Ditresnarkoba Polda NTB untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Para tersangka terancam dijerat sejumlah pasal. Yakni Pasal 114 ayat (2) UU RI nomot 35 tabun 2009 Tentang menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara Narkotika Golongan I diancam pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Kemudian Pasal 112 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman melebihi, diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...