Prioritas Kades Olat Rawa 2021, dari BLT DD hingga Tanggul Penahan Banjir

Bagikan berita

SUMBAWA – Pemerintah Desa Olat Rawa tahun ini memiliki sejumlah program prioritas. Disamping perbaikan jalan menuju Dusun Nanga Lidam dan Tanjung Bele, program lainnya yakni mengatasi persoalan banjir Tanjung Bele, BUMDes, pembangunan gedung PAUD dan BLT.

Kepala Desa Olat Rawa Suprianto MRD mengungkapkan bahwa Dusun Tanjung Bele merupakan salah satu dusun di Olat Rawa yang merupakan daerah pesisir. Setiap tahun darurat banjir. Akibat diterjang air dari pengunungan dan air laut ketika pasang.

Solusinya pemerintah desa harus membuatkan tanggul penahan banjir tepat di Selatan pemukiman penduduk. Tanggul penahan banjir ini diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp200 juta yang bersumber dari APBDes.

”Air dari pegunungan itu merendam pemukiman. Apalagi kalau air laut naik. Untungnya air hanya lewat tidak sampai menggenangi pemukiman. Ketinggian sampai lutut,” terang Kades.

Baca juga:  Diancam, Kades Lapor Bawahan ke Polisi, Ini Kronologisnya

Program prioritas lainnya yakni penyertaan Modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Penyertaan modal awal Pemdes hanya Rp45 juta di tahun 2020.

Jumlah tersebut belum bisa mengakomodir semua penduduk Olat Rawa yang mencapai 653 Kepala Keluarga (KK). ”Tahun ini kita akan tambahkan modal BUMDes 50 juta. Tahun 2020 hanya 45 juta. Tidak cukup,” terang Kades.

Dengan adanya penambahan modal, BUMDes diharapkan dapat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi masyarakat. Serta menambah Pendapatan Asli Desa (PADes). ”Masyarakat kami hidup sebagai petani, peternak, nelayan tangkap dan budi daya rumput laut,” ungkapnya.

Program prioritas lainnya yakni melanjutkan pembangunan gedung PAUD Olat Rawa. Pembangunan awal telah dilakukan tahun 2020 lalu. Pembangunan ditarget rampung tahun 2021.

Baca juga:  Babinsa Kawal Distribusi BPNT di Tingkat Desa

Selanjutnya Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD). BLT DD Olat Rawa tahun 2020 menyasar 108 KK. Tiga bulan pertama Rp600 ribu per KK per bulan. Tiga bulan kedua dan ketiga disalurkan Rp300 ribu per KK per bulan.

Tahun ini BLT kembali disalurkan. Namun jumlah penerima berkurang sekitar 20 persen. ”Tahun ini kita salurkan full satu tahun. Jumlahnya 300 ribu per KK per bulan,” pungkasnya. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...