Puluhan Koperasi di Sumbawa Mati Suri

Bagikan berita

SUMBAWA, Samotamedia.com – Jumlah koperasi di Kabupaten Sumbawa kian menyusut. Berdasarkan data per 10 Juli 2022 jumlahnya 323 koperasi. Baik yang bergerak di bidang simpan pinjam, koperasi konsumen, produsen, serba usaha, maupun jasa.

Dari 323 koperasi, yang masih aktif 237. Sedangkan 86 lainnya dinyatakan tidak aktif.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Koperasi dan UMKM, Mohammad Ali mengatakan, koperasi dinyatakan tidak aktif setelah tidak berkegiatan selama bertahun-tahun.

”Selama 3 tahun berturut-turut tidak ada laporan keuangan dianggap tidak aktif. Dia harus berkegiatan. Yang tidak aktif ini bisa membubarkan diri secara organisasi atau bisa diusulkan untuk pembubaran,” ujarnya, Senin (11/7).

Baca juga:  Diduga Gunakan Dokumen Palsu, Penumpang Pesawat Sumbawa-Bali Diamankan Petugas Bandara

Terhadap koperasi aktif pihaknya tetap melakukan pembinaan. Namun pembinaan dalam tiga tahun terakhir diakui tidak maksimal karena terkendala anggaran. Menurutnya, anggaran pembinaan koperasi dipangkas akibat Covid-19 dan sampai saat ini belum kembali normal.

”Pergi jenguk aja susah. Tidak ada anggaran karena refocussing karena Covid. Jadi kita untuk melakukan pengawasan repot juga. Support tettap ada cuma tidak maksimal dan totalitas. Ya sebatas kemampuan,” ujarnya.

”Yang kita fasilitasi sisi pengembangan peningkatan SDM. Diklat tetap dua angkatan setahun karena ada program dari Kementerian Koperasi dan UMKM. Tahun ini kita dapat satu angkatan,” imbuhnya.

Tak dipungkiri, anggaran untuk pembinaan koperasi sangatlah penting. Terutama bagi koperasi yang baru terbentuk. Mulai dari pembinaan organisasi, pembukuan usaha hingga pembukuan keungan.

Baca juga:  Seorang Wanita Dibunuh dengan Cara Diracun Lalu Jasad Ditanam di Pondasi

Tak dipungkiri, tanpa dukungan anggaran pembinaan tehadap koperasi menjadi tidak maksimal dan totalitas. Padahal koperasi sangat berperan dalam mendorong kesejahteraan ekonomi bagi para anggotanya.

”Kalau dianggap tidak punya peran mendorong support ekonomi salah juga. Berdasarkan laporan banyak juga kontribusi terhadap anggota. Lumayan untuk ukuran tanpa support maksimal dari pemerintah,” tandasnya. (Jho)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...