Raih Peringkat 4 Nasional, Peringkat Pertama Dalam Kategori 50 Karya Terbaik

Bagikan berita

SUMBAWA – Tulisan artikel milik guru SDN Nijang, Abdul Azis sukses masuk dalam kategori Top 50 opini terbaik dalam lomba penulisan artikel bertemakan Covid-19. Lomba tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Mahasiswa Volunteer, UKM Literasi Informasi dan Unssyiah Press Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Artikel berjudul kreasi guru dalam pandemi Covid-19 itu menempati urutan ke empat Nasional dari 323 artikel. Sementara dalam kategori Top 50 besar, tulisan tersebut menempati peringkat tertatas. Artikel 50 terbaik selanjutnya akan diterbitkan dalam buku ber-ISBN.

”Saya urutan ke empat dari total 323 artikel. Belum bisa masuk 3 besar. Selain tiga besar, kan ada kategori Top 50 dan saya diperingkat pertama,” kata Guru Ache, akrab Abdul Azis disapa.

Abdul Azis raih peringkat pertama dalam kategori Top#50 karya tarbaik opini Covid guru

Guru Ache mengirim artikelnya ke panitia pada 8 Mei 2020. Tulisan tersebut berangkat dari ide dan pengalaman dalam tugasnya sebagai guru di SDN Nijang selama masa pandemi Covid-19. Pengalaman itu dituangkannya dalam bentuk tulisan.

Baca juga:  Penerimaan Peserta Didik Baru Gunakan Sistem Protokol Kesehatan

”Setelah proses pemeriksaan berkas dan dokumen, alhamdulillah hari ini saya terharu mendapatkan kiriman pengumuman dari panitia dan langsung masuk ke dalam WAG TOP 50 Besar Opini Guru,” tuturnya.

Dalam menulis artikelnya, Guru Ache tidak menggunakan waktu khusus. Melainkan memanfaatkan sela-sela kesibukannya sebagai relawan Covid-19 dari Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Sumbawa yang bertugas di posko terpadu Covid -19 terminal Sumir Payung.

”Sebelum artikel saya kirim, saya minta petunjuk kepada Kasi Kurikulum SD Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa. Saya juga berdiskusi memohon koreksi serta masukan dari berbagai sumber baik itu Kepala SDN Nijang, Kepala SDN 8 Sumbawa dan Rekan-rekan guru,” imbuhnya.

Sukses masuk Top 50 tentu membuat guru Ache berbangga hati. Namun hal itu tidak membuatnya merasa puas. Justru prestasi tersebut dijadikannya sebagai langkah awal untuk menuju tahap berikutnya. ”Dari pengalaman ini nantinya mampu menjadi pembanding dan evaluasi untuk sebuah karya yang sempurna,” terangnya.

Baca juga:  Mengenal Gina Yunita Panosa, Mahasiswi Asal Sumbawa Peraih Medali Emas IICYMS 2021

Dia mengungkapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan masukan demi penyempurnaan artikel. ”Kesempurnaan itu tidak datang dari pemikiran sendiri. Melainkan dari berbagai referensi dan hadirnya (Pemikiran) orang lain. Saya sangat bangga dengan banyaknya sahabat yang baik di sekitar saya yang telah mengantarkan saya sampai di sini,” pungkasnya. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...