Residivis Pembunuh Polisi di Sumbawa Itu Meninggal Dunia

Bagikan berita

Samotamedia.com – Perjalanan SH alias Bim di dunia kriminal berakhir. Pembunuh polisi itu dinyatakan meninggal dunia di RSUD Sumbawa, Senin (13/7/2020) sekitar pukul 03.30 wita.

Bim sempat dirawat di ruang ICU akibat sejumlah luka tembak karena berusaha melawan petugas saat dilakukan penangkapan. ”Iya benar, meninggal tadi subuh sekitar pukul 03.30 wita,” kata Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra SIK dalam jumpa pers pagi ini.

Sebelumnya, penangkapan terhadap Bim dilakukan oleh Timgab Polres Sumbawa yang diback-up Tim PUMA Polda NTB. Saat itu, tersangka hendak menyeberang ke luar Pulau Sumbawa melalui Labuan Alas. Karena Covid, lalulintas perahu nelayan yang biasa melaut terlihat sepi.

Baca juga:  Gadis 14 Tahun Digilir 4 Pemuda, Salah Satu Pelaku adalah Pacar Korban

Ketika mendapat informasi Timgab bergerak ke TKP mengepung tersangka. Mengetahui dirinya dikepung, tersangka melakukan perlawanan untuk berusaha kabur. Tersangka saat itu dilengkapi senjata tajam. Terpaksa tim melepas tembakan.

Satu kali tembakan tak juga mampu melumpuhkan tersangka. Setelah dihadiahi beberapa kali tembakan, tersangka ambruk. ”Kami melakukan tindakan tegas terukur, karena tersangka melakukan perlawanan,” tutur Kapolres.

Berdasarkan catatan kepolisian, Bim memiliki jejak kriminal cukup panjang. Alhmarhum pernah terlibat kasus perampokan gaji guru di KSB tahun 2007. Kemudian kembali melakukan aksi serupa di Toko Emas wilayah Kecamatan Alas Tahun 2015.

Tak hanya itu, Bim juga terlibat menganiayaan Kades Tengah Kecamatan Utan Tahun 2016. Yang paling anyar, ia menjadi tersangka tunggal kasus penganiayaan yang menyebabkan IPDA Uji Siswanto–Kanit Reskrim Polsek Utan meninggal dunia, Jumat, 10 Juli 2020 pukul 10.30 WITA.

Baca juga:  Bawa Sabu dari Dompu, Dua Pria Dicegat di Posko Covid-19 Gerbang Timur

Sebelum penganiayaan, korban baru saja memediasi kasus pengancaman yang dilakukan SH terhadap salah seorang warga berinisial AG.

Setiap aksinya selalu viral dan kerap lolos dari kejaran polisi. Bahkan warga Kecamatan Utan ini beberapa kali dijadikan DPO.

Beragam spekulasi menyeruak. Pria bertato itu bahkan dikabarkan memiliki jimat lintah. Katanya, dengan jimat itu, meski dihajar massa hingga babak belur dia akan pulih kembali ketika minum air dan tubuhnya dibaluri air. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...