Sebagian Besar UMKM di Sumbawa Bangkrut

Bagikan berita

SUMBAWA Samotamedia.com – Pandemi covid -19 yang melanda sejak Maret lalu sangat berdampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Tidak sedikit pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Koperasi di Sumbawa yang mengalami kebangkrutan akibat Covid.

Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, Perindustrian dan Usaha Kecil Menengah (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa, H. Arif, M.Si menyebut ada ribuan UMKM di Sumbawa. Sebagian besar tersungkur akibat pandemi covid-19.

”Sebenarnya Koperasinya nda terlalu, karena sedikit. Tapi UMKM itu yang sangat terpukul karena usaha perorangan. Kalau Koperasi kan Asosiasif dia itu. Kayak koperasi unit desa, KSP. Tapi tidak seberapa dibandingkan dengan UMKM ada ribuan di Sumbawa ini,” kata H. Arif di ruang kerjanya, Kamis (6/8/2020).

Baca juga:  Kawasan Industri Hasil Tembakau dan Terminal Tipe B Siap Dibangun di Lotim

”Jadi ribuan itu dengan aneka produk. Contohnya konveksi yang dulunya buat baju. Begitu corona dia tidak buat baju lagi karena saving dananya itu diperuntukkan untuk kepentingan sembako. Akhirnya beralih buat seperti masker. Tapi maskernya juga sedikit yang laku,” imbuhnya.

Kondisi tersebut kembali diperparah dengan tidak adanya regulasi yang mengatur stimulus modal untuk para pelaku UMKM maupun Koperasi.

Sementara program relaksasi Perbankan saat itu juga tidak banyak membantu. Menurutnya, relaksasi tidak menghapus utang, melainkan menjadwalkan ulang pembayaran.

“Adapun relaksasi dari Perbankan kemarin itu bukan menghapus utang tapi menjadwalkan ulang aja, penundaan bayar bunga, penundaan bayar pokok tapi modal segar tidak ada,” ujarnya.

Baca juga:  Dandim 1607/Sumbawa Bagi Bingkisan Lebaran kepada Para Anggota

Namun demikian, sampai saat ini bantuan dari pemerintah baik pusat maupun daerah belum ada untuk penguatan modal bagi pelaku UMKM. Untung ada program JPS Gemilang dari provinsi untuk sejumlah UMKM.

”Iya ada lah. Alhamdulillah terimakasih kepada provinsi karena sudah ada program JPS gemilang. Cuma saya harap lebih banyak produk diambil dari UMKM lokal (Sumbawa),” harapnya. (cr-abi)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...