Sehari Lewat, Mantan Kades Batu Tering Belum juga Ditemukan

Bagikan berita

TIM Baru Temukan Mesin Semprot, BPKB dan Ban Mobil yang Terpisah dari Body

SUMBAWA – Proses pencarian Mujiburrahman (47) yang terseret arus sungai kemarin terus dilakukan. Sekitar 50 personil dari Basarnas, BPDB, Tagana, TNI-Polri, pemerintah desa dan para relawan dikerahkan. Namun hingga saat ini korban belum juga ditemukan.

Kepala Desa Batu Tering, Alwan Hidayat melaporkan, pencarian korban dilakukan sejak Selasa (23/2/) sekitar pukul 17.00 wita hingga Rabu (24/2) pukul 03.00 dini hari. Dengan menyusuri sepanjang arus sungai mulai dari titik nol (titik kejadian). Namun belum membuahkan hasil.

”Pencarian sempat dihentikan kemudian dilanjutkan Rabu (24/2/2021) pukul 07.00 wita tadi pagi,” terangnya.

Baca juga:  Lagi, Tim Patroli KRYD Temukan Ketapel Panah dan Sajam

Pencairan hari kedua ini, Personel dibagi dalam dua tim. Tim pertama bergerak menyusuri sungai dari titik nol sampai titik pertemuan dua arus sungai yakni sungai Batu Tering dengan Sungai Lito.

Sementara tim kedua bergerak dari hilir sungai yakni dari Bendungan Batu Bulan sampai ke titik pertemuan dua sungai. ”Di situ kedua tim bertemu, tim yang dari titik nol dengan tim yang dari bendungan,” ungkap Alwan.

Selama proses pencarian, selain mobil korban, tim juga menemukan ban mobil kanan depan yang terpisah dari body, mesin semprot korban serta Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) milik korban.

”Tadi sekitar pukul 13.30 wita atau setengah 2 tadi, tim kami tarik ke Posko untuk breafing. Kita ulang lagi pencarian dari titik nol lagi,” terangnya.

Baca juga:  Nenek 70 Tahun Baru Sadar Rumah Terbakar Setelah Dengar Teriakan Tetangga

Sebagaimana diberitakan, salah seorang warga Desa Batu Tering Kecamatan Moyo dilaporkan hilang terseret air bah yang datang tiba-tiba, Selasa (23/2/2021) siang. Diketahui, korban adalah Mujiburrahman (47) mantan Kepala Desa Batu Tering.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 wita. Saat itu korban pulang dari ladang menyebrangi sungai menggunakan mobil Ranjer 4×4. Saat hendak menyebrangi sungai, tiba-tiba dari kejauhan terlihat air bah datang. Belum sempat keluar dari mobil, korban langsung terseret arus. (Red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...