Sehat, 55 ODP Selesai Dikarantina

Bagikan berita

SUMBAWA – Sebanyak 55 warga Sumbawa yang sempat berstatus orang dalam pemantauan (ODP), kini kembali beraktifitas seperti biasa. Sebab, masa Karantina terhadap mereka dinyatakan telah selesai.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Didi Darsany, Apt mengatakan, hingga 28 Maret, jumlah akumulatif ODP dan PDP sebanyak 75 orang. Dengan rincian 71 ODP dan empat orang PDP. Dari 71 ODP, 55 orang telah selesai dikarantina. Sehingga mereka bisa kembali bekerja seperti biasa. Sebab, para ODP tersebut tidak menunjukkan gejala seperti Covid-19.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap 13 orang ODP di rumah masing-masing. Sementara tiga orang lain masih diobservasi di RSMA. “Ada penambahan satu orang ODP dari sebelumnya,” ujar Didi, dalam jumpa persnya, Sabtu (28/3) siang.

Baca juga:  Antisipasi Penyebaran Covid-19, TNI-POLRI Intensifkan Patroli

Dipaparkan, dari tiga ODP yang diobservasi, dua orang melakukan kontak dengan kasus Positif Corona 01 NTB. Dimana satu orang di antaranya, melakukan kontak erat dengan yang bersangkutan.

Saat ini, PDP yang dirawat di RSMA sebanyak tiga orang. Satu orang PDP asal Sumbawa, dirawat di rumah sakit provinsi di Mataram. Yang bersangkutan memiliki riwayat pernah berkunjung ke provinsi tetangga.

Sementara Ketiga PDP yang dirawat di RSMA, kondisinya masih baik. Meski satu PDP sudah dinyatakan negatif, namun masih harus dilakukan  tes kedua. Sehingga bisa dipastikan benar-benar clear.

Selain itu, pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan Wings Air untuk bisa mengirimkan sampel swap tes ke Surabaya. Sebab, sebelumnya pihak Wings Air menolak melakukan pengiriman sampel.

Baca juga:  PDP Asal Lape Meninggal, ini Penjelasan Gugus Tugas dan Pihak Rumah Sakit

Namun, setelah dilakukan pendekatan, akhirnya pihak maskapai tersebut mengiyakan permintaan tersebut.Pihaknya juga mendesak agar bisa segera dilakukan pengiriman sample pemeriksaan di Mataram. Mengingat, Menteri Kesehatan telah menetapkan salah satu rumah sakit di Mataram sebagai tempat pemeriksaan sampel swap tes.

Diharapkan, agar sampel yang dikirimkan bisa diterima. Sehingga, penegakan diagnosa bisa dilakukan lebih cepat. ”Rencananya, malam ini akan diambil sample dari PDP yang pertama, untuk dikirimkan kembali. Guna diperiksa,” pungkasnya. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...