Sejumlah Tempat Hiburan Tidak Taat Jam Malam

Bagikan berita

MATARAM – Pemkot Mataram telah memberlakukan kembali pembatasan jam malam. Aktifitas di luar rumah termasuk operasi tempat hiburan dibatasi hingga pukul 22.00 wita atau jam 10 malam.

Namun sejumlah tempat hiburan malam tidak taat dengan aturan tersebut. Hal ini terlihat dalam operasi dan rapid test antigen yang digelar secara acak, Sabtu (30/1) malam.

Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, SIK mengatakan bahwa pihaknya menggandeng TNI, Satpol PP dan Tim PRC RSUD Kota Mataram.

”Malam ini kami melanjutkan kegiatan swab antigen massal dengan mendatangi tempat hiburan malam di Kota Mataram,” ungkap Heri.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 22.00 wita. Tujuannya untuk mengetahui langsung tingkat kepatuhan tempat hiburan terhadap aturan pembatasan jam malam di wilayah Mataram.

Faktanya, tempat hiburan malam yang didatangi petugas tidak mengindahkan aturan batasan waktu operasi.

Baca juga:  Kepulangan 180 PMI ke NTB Dikawal Ketat

”Ini sekaligus untuk patroli kepatuhan terhadap jam malam yang kembali diperketat. Kita imbau dulu secara humanis dan minta dipatuhi aturan jam malam itu,” ujar Kapolres.

Rapid Tes Antigen Secara Acak

Empat tempat hiburan malam didatangi petugas secara bergiliran. Mulai dari Hotel Bidari, Lombok Plaza Hotel, Kingsman Resto and Longue hingga Djembank Cafe.

Di lokasi tersebut dilakukan rapid test antigen acak. Kegiatan itu cukup mengejutkan para pengunjung dan pegawai Bidari.

Setelah diberikan pemahaman, pegawai yang didominasi Partner Song (PS) bersedia diswab.

Rapid Test Antigen Secara Acak

Usai Bidari, petugas lanjut ke Lombok Plaza Hotel. Hotel berbintang ini memiliki tempat karaoke yang ramai dikunjungi pengunjung. Puluhan pegawai dan pengunjung langsung bersedia swab tes acak oleh petugas.

Lokasi ketiga, swab antigen acak digelar di Kingsman Resto and Longue. Himbauan awal diberikan untuk mematuhi protokol kesehatan. Lalu swab tes dilakukan terhadap 27 orang pengunjung dan pegawai.

Baca juga:  152 Kendaraan Listrik Buatan NTB, Doktor Zul: Kontribusi Baik bagi Bumi

Berikutnya adalah mengunjungi Djembank Cafe. Seperti di lokasi sebelumnya, pengunjung dan pegawai di tempat hiburan malam awalnya sungkan dan takut mengikuti swab antigen. Tapi akhirnya berhasil diikuti oleh 20 orang penerima swab.

”Di empat tempat hiburan malam tadi. Jadinya ada ratusan orang yang terdiri dari pegawai maupun pengunjung telah kita swab antigen. Cukup banyak dan ramai yang kita dapati hanya di empat tempat,” katanya.

Untuk hasilnya, lanjut Kopolres, menjadi kewenangan tim medis untuk mengumumkan. Jika ada yang positif, Pihak rumah sakit langsung menghubungi untuk diberikan tindakan medis.

”Kan sudah didata semua oleh RSUD. Kalau positif nanti rumah sakit yang menentukan langkah medis selanjutnya. Swab antigen secara acak ini masih akan kami laksanakan kedepannya,” tegasnya. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...