Selain Menutup Bandara, Pasar-pasar Juga Diperketat

Bagikan berita

MATARAM – Kasus positif baru NTB dalam beberapa hari terakhir meningkat tajam. Sehingga jumlah kasus per 26 Mei 2020 mencapai 537 kasus. Rinciannya 272 sembuh dan 256 pasien positif dalam perawatan, dan 9 dinyatakan telah meninggal dunia.

Terkait hal ini, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdahni, S.Sos. SH. M.Han menginstruksikan Kodim jajarannya untuk lebih gencar dalam sosialisasi dan edukasi guna memutus matarantai penyebaran virus.

Danrem menyampaikan hasil rapat Forkopimda NTB. Yakni Bandara akan di tutup untuk perjalanan orang (kecuali logistik).

Kemudian kapal ferri diprioritaskan khusus untuk orang yg memiliki surat jalan dinas dan memiliki hasil Swap. ”Karena kemungkinan besar penularan dari tempat keramaian maka kita berperang lawan Covid-19 dengan cara menertibkan dan perketat sistem pengawasan pasar dengan segera mendirikan tenda Pos terpadu,” kata Danrem.

Baca juga:  UPDATE 19 Mei: Bertambah 18 Positif, 8 Sembuh

Di samping itu, sistem keluar-masuk pasar juga akan diperketat. Penjual maupun pembeli akan dilakukan pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan pakai sabun, masuk ruangan penyemprotan disinfektan, pakai masker hingga sarung tangan.

”Jika perlu pakai kacamata, dan uang yang akan digunakan belanja harus disterilkan di box sterilisasi uang,” ujarnya.

Tidak hanya itu, jam pasar juga dibatasi. Pasar-pasar hanya boleh buka mulai pukul 09.00 Wita sampai dengan pukul 12.00 Wita.

Khusus penjual bahan makanan basah, lanjut Danrem, seperti sayur mayur, ikan dan daging rencana akan geser. Tepatnya tak lagi di pasar, melainkan di lapangan dengan jarak diatur masing-masing 2 meter.

Sedangkan untuk penjual barang-barang sembako seperti beras, gula, minyak dan lainnya tempatnya tetap di pasar. Selain itu, jam malam juga diperketat. Mulai pukul 21.00 Wita sudah tidak ada lagi aktivitas di luar rumah. ”Termasuk berjualan dan lalu lalang kendaraan,” tegas Danrem.

Baca juga:  BRI Diminta Terus Bantu dan Dampingi Pelaku UMKM di NTB

Aturan wajib masker diberlakukan juga akan diberlakukan bagi siapa pun, termasuk anak anak jika keluar rumah.

Patroli juga dilaksanakan pagi, siang dan sore hari sekaligus sosialisasi pencegahan Covid-19 serta menindak masyarakat yang tidak menggunakan masker di jalan dengan memberikan peringatan yg mendidik.

Para Muspida Tkt-1 akan berkunjung ke Kabupaten/Kota untuk memberi semangat dan mentriger jajaran Kabupaten/Kota agar lebih aktif lagi memerangi Covid-19 di wilayahnya.

”Sampaikan kepada masyarakat agar kita semua bersatu padu untuk berperang melawan Covid-19 mulai dari mendisiplinkan diri sendiri dengan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19, lalu ke keluarga kemudian di lingkungan sampai ke masyarakat luas,” tegasnya. (red)

Bagikan berita

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...