Setelah di Lilir, Cafe Tuak di Mekarsari Juga Sepakat Ditutup

Bagikan berita

LOMBOK BARAT – Setelah menutup sejumlah cafe tuak di Dusun Lilir Barat Desa Mambalan ditutup, kini giliran cafe tuak di Mekarsari Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat digulung polisi.

Penutupan dilakukan dengan cara mengundang pengusaha atau pengelola cafe tuak di Desa Mekarsari. Pertemuan dilaksanakan di Aula Polsek Gunungsari Senin (15/2) dan dihadiri oleh Kepala Desa Mekarsari.

”Ini agar tidak ada kecemburuan terhadap Kepolisian. Bahwa koq cafe yang di Dusun Lilir saja yang ditutup. Kami tegaskan yang di Mekarsari juga harus ditutup juga,’’ ungkap Kapolsek Gunungsari, Iptu Surya Irawan, Selasa (16/02/2021).

Pertemuan tersebut menindaklanjuti pertemuan dan kesepakatan pada hari Jumat,12 Februari 2021. Terkait penutupan Cafe Tuak sebelnya di Dusun Lilir Barat, Desa Mambalan Kecamatan Gunungsari.

Baca juga:  Gerak Cepat, PMI Sumbawa Bantu Korban Kebakaran Talwa

”Tujuannya mengantisipasi terjadinya bentrok antara warga dari 5 Desa yang resah dengan kelompok pengusaha warung tuak dan cafe,” terangnya.

Kapolsek mengingatkan bahwa warga yang tergabung dari 5 Desa resah dan berencana melakukan penutupan cafe. Namun sudah berhasil diagalkan guna menghindari terjadinya bentrok fisik.

“Kelompok warga tersebut sudah berhasil kami redam agar tidak terjadi aksi anarkis dari mereka untuk menutup paksa Cafe yang masih bandel dan beroperasi. Jumat kemarin kami sudah mengadakan pertemuan dengan para pengelola dan pengusaha Cafe yang berada di Dusun Lilir Barat Desa Mambalan dengan kesepakan Cafe akan tutup,” bebernya.

Kades Mambalan, Nasrudin menegaskan bahwa tugas kepolisian harus dihormati dan didukung. Dia berharap warga yang mengelola dan pengusaha cafe di wilayah pemerintahan Desa Mekarsari dapat melaksanakan apa yang menjadi keputusan bersama itu.

Baca juga:  Amankan Natal, Polres Sumbawa Siagakan Ratusan Personil

”Tolong semua pengusaha maupun pengelola Cafe tuak di Dusun Lilir Desa Mekarsari tutup karena usaha kalian tidak memiliki ijin dan melanggar prokes, silahkan urus semua perijinan yang berkaitan dengan pengoperasian Cafe di Dinas perijinan Kabupaten Lobar termasuk rekomendasi dari Satgas Covid-19 Kabupaten Lobar,” beber Nasrudin.

Akhirnya, semua pengusaha dan pengelola Cafe sepakat untuk menutup cafe tuak mereka. Kesepakatan ini dengan menandatangani surat pernyataan. Kegiatan berakhir pada pukul 11.00 wita dengan lancar dan aman. (Red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...