Setelah Petinang Pintar, SMKN 2 Sumbawa Buat Mesin Pencacah Pakan Ternak

Bagikan berita

SUMBAWA,Samotamedia.com – SMKN 2 Sumbawa kembali menunjukkan prestasi membanggakan. Setelah sukses dengan ”petinang pintar”, kini SMKN 2 tampil dengan karya mesin pencacah pakan ternak ramah lingkungan.

Mesin ini dilengkapi dengan konveyor, pengabut suplemen pakan otomatis dengan sistem sensor dan distiribusi pakan ternak ke kandang menggunakan remot kontrol.

Mesin pencacah pakan ternak ini bahkan telah dipamerkan dalam pameran karya teknologi SMK di STIP Banyumulek Lombok Barat, 17 Agustus 2020 lalu. Berlanjut di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB pada 18-19 Agustus 2020.

Kepala SMKN 2 Sumbawa, Khaeruddin mengaku bangga atas karya siswa dan guru di sekolahnya itu. Karya tersebut merupakan salah satu bukti bahwa anak NTB dan Sumbawa khususnya mampu berinovasi di bidang teknologi.

Baca juga:  Dikbud Sumbawa Dorong Sekolah Siapkan Landasan BDR

Karya-karya inovatif SMKN 2 tak akan terhenti sampai mesin mencacah pakan ternak. Melainkan akan terus berlanjut dengan karya-karya teknologi lainnya.

”Kedepannya, dengan teaching factory, pembelajaran berbasis proyek dan produk, siswa kami diharapkan mampu menghasilkan karya-karya teknologi yang dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya.

Wakasek Humas SMKN 2 Sumbawa Besar Indra menambahkan, pembuatan mesin tersebut memakan waktu kurang dari dua bulan.

Bersama siswa dan guru yang tergabung dalam tim, pihaknya mulai membuat desain. Selanjutnya komponen alat, cara kerja, analisa biaya dan lainnya. ”Setelah berkutat selama itu, Alhamdulillah kita berhasil membuatnya,” tegas Indra.

Cara kerja mesin pencacah ini sangat mudah. Dilengkapi dua bahan pakan yang bisa digiling sekaligus. Pakan seperti rumput gajah, atau jerami dialirkan melalui konveyor. Kemudian masuk ke mesin penggiling halus dan bermuara dalam wadah.

Baca juga:  Perpustakaan SMPN 1 Sumbawa Akreditasi B

Bila peternak ingin menambah jagung atau pisang, juga disediakan alat penggilingnya. ”Setelah masuk ke wadah, ada sensor otomatis menyemprotkan cairan penggemuk sapi, lalu mesin otomatis mencampurkan semua pakan yang ada,” jelas Indra.

Selanjutnya, pakan tersebut dengan teknis otomasi, berjalan layaknya kereta dan pakan siap dihidangkan ke ternak. ”Kalau contoh yang kita buat sekarang panjangnya lima meter, dan bisa sesuai kebutuhan peternak,” terangnya.

Agar lebih sempurna, mesin tersebut sedang dirancang tidak beroperasi menggunakan listrik. Namun akan dipasang panel surya. ”Kami berharap ini bisa diproduksi massal, agar peternak bisa membuat pakan ternaknya hingga ke tengah ladang,” harapnya. (red)

iklan

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...