Siap-siap! 70 Persen Penduduk Sumbawa akan Disuntik Vaksin

Bagikan berita

SUMBAWA – Pencanangan vaksinasi di Kabupaten Sumbawa akan dilakukan pada 2 Februari 2021 mendatang. Dengan sasaran 10 tokoh perwakilan kabupaten.

Setelah itu proses vaksinasi dilanjutkan untuk kelompok tenaga kesehatan pada Februari. TNI-Polri dan ASN yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat pada Maret hingga April 2021.

Kemudian baru menyasar masyarakat secara umum di Sumbawa. Pemerintah menargetkan 70 persen dari populasi penduduk Kabupaten Sumbawa disuntik vaksin.

”Harapan bisa mengcover 70 persen dari populasi penduduk,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Drs. Didi Darsani, Kamis (28/1).

Menurut Didi, tidak semua orang bisa disuntik vaksin. Persyaratan usia minimal 18 tahun dan maksimal 59 tahun.

Di samping itu, penerima juga tidak boleh memiliki penyakit bawaan. Antara lain diabetes, penyakit ginjal, penyakit jantung, dan penderita Covid-19. ”Yang positif Covid tidak divaksin,” jelas Didi.

Baca juga:  Lagi, Seorang Warga di Rite Digigit Anjing Gila

Untuk memastikan penerima vaksin memenuhi syarat, petugas akan melakukan skrining. Tindakan awal ini untuk mengetahui calon penerima vaksin memenuhi syarat atau tidak.

Menurut Didi, proses skrining akan dilakukan hari itu juga, saat hendak divaksin. Oleh karenanya, calon penerima vaksin harus jujur tentang kondisi kesehatannya saat ditanyakan petugas. ”Ada meja khusus untuk skirining. Hari itu juga,” katanya.

Untuk setiap lokasi vaksinasi, pemerintah menempatkan sejumlah petugas terlatih. Saat giliran tenaga kesehatan, TNI, Polri dan ASN yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, dilayani sedikitnya 3 orang petugas.

Saat giliran masyarakat luas, jumlah petugasnya akan digandakan. ”Setiap fasilitas kesehatan itu 3 orang, jadi sekitar 90 orang dan sudah dilatih. Ini untuk Nakes. Di masyarakat nanti akan dilipat gandakan lagi,” terangnya.

Baca juga:  Pasien Covid-19 yang Pertama di NTB Sembuh

Mengingat kondisi geografis Kabupaten Sumbawa yang relative luas, lanjut Didi, kemungkinan proses vaksinasi akan berlangsung lama. Bahkan hingga Desember 2021 mendatang.

”Karena pekerjaannya berat, kita akan selesaikan sampai Desember,” pugkasnya. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...