SMK Se-Kabupaten Sumbawa akan Hadir di Desa

Bagikan berita

SUMBAWA – Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Sumbawa telah menyalurkan bantuan untuk para korban kebakaran Batu Rotok, Pulau Moyo, dan korban Puting Beliung di Alas.

Tidak sampai di situ, MKKS juga mencanangkan program SMK masuk desa. Program ini dikemas dalam bentuk kemah vokasi. Program serupa pernah diterapkan di salah satu SMK di Sumbawa namun hanya sekup sekolah.

Kali ini, MKKS menginisiasi program tersebut hingga menyasar desa-desa di Sumbawa. Dengan demikian SMK bisa hadir di tengah masyarakat sehingga keberadaannya bisa dirasakan langsung.

Ketua MKKS SMK Kabupaten Sumbawa, Jayadi, S.Pd.,M.Pd menjelaskan, kemah vokasi ini bertujuan untuk mengeksplore kondisi sejumlah desa.

Baca juga:  LCC Kebudayaan, SMPN 1 Sumbawa Kandas di Tingkat Provinsi

Kemudian SMK dengan core businessnya (kegiatan inti) melakukan pendampingan. Misalnya, SMKN Buer dengan core business teknologi rekayasa membantu pembuatan listrik tenaga surya, begitu pula dengan SMK lain dengan core businessnya masing-masing.

”Kita membantu mendesain ulang fasilitas umum yang jaringan listrik udah lama atau kami bisa mengajar membuat pupuk organik dan sebagainya,” kata Jayadi.

Dijelaskannya, SMK di Kabupaten Sumbawa memilki 5 core business. Meliputi Kemaritiman di SMKN Alas, SMKN Plampang dan di SMKN 1 Lopok.

Kemudian rekayasa teknologi di SMK Negeri Buer dan SMKN 2 Sumbawa. Agro teknologi di SMKN Lunyuk, SMKN Lenangguar dan di SMKN 1 Lopok.

Sedangkan seni dan industri kreatif di SMKN 3 Sumbawa dan core business pariwisata di SMKN 1 Sumbawa.

Baca juga:  Fakultas Hukum UNSA Bagi Takjil dan Sembako Gratis

”Beda-beda (core business). Ini yang perlu kita bangun untuk bisa melakukan apa yang perlu diberikan ke masyarakat. Saat ini teman-teman buat Jonson tenaga surya. Nelayan tidak perlu beli BBM mahal,” terangnya.

Dalam waktu dekat, MKKS akan menggelar rapat. Membahas jadwal serta sasaran program. Sejauh ini nama desa yang disebut menjadi sasaran program adalah Desa Batu Rotok.

”Belum tau (Jadwal). Nanti Kami akan rapatkan dulu baru putuskan jadwal karena masih kondisi ujan. Sudah kita bicarakan ke teman-teman di Batu Eotok, kalau naik bisa kami dibantu,” pungkasnya. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...