SMKN 3 Sumbawa Buat Batik Milenial, Kadis Dikbud NTB Siap Promosi

Bagikan berita

SUMBAWA – Siswa jurusan Griya Batik dan Teskstil SMK Negeri 3 Sumbawa membuat batik milenial. Karya tersebut diakui mendapat respon positif dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, DR H Aidy Furqan S.Pd., M.Pd.

H. Aidy bahkan siap mempromosikan Batik Milenial ini sebagai bentuk dukungannya. ”Kadis Dikbud siap bantu promosikan,” ungkapKepala SMK Negeri 3 Sumbawa, Nasrullah Darwis SPd MPd.

Nas menjelaskan, batik karya anak didiknya itu bisa dibuat baju dengan berbagai ukuran dan model. Dalam hal motif, batik milenial mencoba keluar dari polarisasi batik pada umumnya.

Dalam pembuatan Batik Milenial, ciri khas daerah Sumbawa tetap ditampilkan. Seperti kre alang dan motif ayam krata (ayam hutan).

Baca juga:  Dikbud Sumbawa Perpanjang Masa Libur Sekolah

Untuk menambah keberagaman motif, gendang belek khas Lombok juga ditampilkan. Bahkan untuk menampilkan kesan modern juga diselipkan pesan-pesan edukasi terkait Corona dan juga atribut MotoGP.

Dalam pembuatannya, para siswa tetap didampingi. Mereka dibimbing langsung oleh para guru pembinanya ini.

”Motif gendeng beleq dari Lombok juga kita padukan di Batik Milenial ini. Fokusnya adalah penciptaan motif baru,” kata Nas.

”Alhamdulillah, Pak Kadis Dikbud NTB sudah kasih dukungan untuk mempromosikan batik milenial ini. Kita juga sudah melakukan kerjasama dengan Erina Galerry Mataram, untuk menguatkan produk ini,” tambahnya.

Kreatifitas selama selama pandemi, lanjut Nas, juga dimunculkan oleh siswanya di jurusan Animasi dan Design Komunikasi Visual.

Baca juga:  Tinggi, Animo Siswa Melanjutkan Pendidikan ke SMAN 2 Sumbawa

Untuk menambah wawasan, sekolah mendatangkan langsung dua guru tamu dari Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

Guru tamu yang didatangkan ini sudah memiliki fortopolio dalam memasarkan prodak animasinya hingga ke dunia internasional.

Hasil kreasi yang diciptakan oleh siswanya ini menurut Nas, merupakan saah satu upaya sekolahnya menciptakan lulusan yang tidak tergantung kepada pasar kerja. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, pasar kerja tengah lesu-lesunya.

”Apa yang sekolah kami lakukan ini supaya nanti lulusan SMKN 3 Sumbawa mampu membuat lapangan kerja baru dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dan keahlian yang dimilikinya. Apalagi batik dan animasi ini masih baru dan peluangnya cukup menjanjikan,” tandasnya. (Red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...