SMPN 4 Labuhan Badas Langganan Banjir

Bagikan berita

SUMBAWA – Musim hujan menjadi momok bagi warga SMPN 4 Labuhan Badas. Bagaimana tidak, setiap tahunnya sekolah tersebut selalu menjadi langganan banjir.

Tiga minggu terakhir ini, SMPN 4 Badas dua kali tergenang. Banjir pertama terjadi dua pekan lalu. Kemudian banjir kedua terjadi Sabtu, 12 Desember 2020 lalu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, H. Sahril, S.Pd mengungkapkan, SMPN 4 Labuhan Badas tetap menjadi langganan banjir. Karena secara geografis, letak sekolah lebih rendah dari areal sekitar.

Sementara di belakang serta sebelah Timur dan Utara bangunan sekolah belum dibangun pagar tebok. Sehingga air kiriman dari pegunungan dan pemukiman penduduk dengan leluasa masuk ke areal sekolah.

”Karena posisi sekolah rendah. Air dari perkampungan dan pegunungan ke sekolah,” ungkap Kadis saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/12/2020).

Baca juga:  Pilkada 9 Desember 2020 Hari Libur Nasional

Kondisi ini kembali diperparah dengan keberadaan sungai depan sekolah yang selalu meluap. Karena debit air yang terlampau tinggi, bahkan melampaui kafasitas tanggul penahan banjir yang terbentang sepanjang 200 meter.

SMPN 4 Labuhan Badas tampak dari depan

Menurut Kadis, solusinya harus dilakukan penanganan konprehensip. Salah satunya dengan membangun pagar sekolah yang kokoh. Ini menelan anggaran sekitar Rp400 hingga Rp500 juta.

”Kita rencana alokasikan anggaran. Tapi kondisi anggaran (Saat ini) tidak memungkinkan. 2021 hanya lanjutan pembangunan SDN Lempe saja untuk fisik,” ujar H. Sahril.

Selain pagar sekolah, kapasitas tanggul penahan luapan air sungai depan sekolah juga harus ditambah. Meski tak dipungkiri bahwa pembangunan tanggul itu menelan biaya besar.

Terpisah, Kepala SMPN 4 Labuhan Badas, Punijan, S.Pd mengungkapkan bahwa sekolahnya telah kebanjiran dua kali dalam tiga minggu terakhir ini.

Baca juga:  Gubernur Apresiasi Inovasi Siswa SMKN 1 Kuripan

Banjir pertama, kata dia, terjadi pada hari Jumat dua pekan lalu. Namum tidak terlalu parah.

Kemudian banjir kedua terjadi dua hari lalu. Air dengan ketinggian sekitar 1 meter itu menggenangi semua ruangan. Untungnya, saat kejadian, sekolah sedang libur. Sehingga tak mengganggu akitifitas belajar mengajar.

”Inventaris sekolah aman. Maklumkan banjirnya setiap tahun. Jadi kita sudah antisipasi,” terangnya.

Saat ini kondisi sekolah sudah dalam keadaan bersih. Warga sekolah melakukan gotong royong guna membersihkan sisa-sisa banjir seperti lumpur dan sampah-sampah kiriman banjir. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...