SMPN 4 Labuhan Badas Optimis Capai 3 Rombel

Bagikan berita

SUMBAWA – Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMP/MTs dibuka serempak 29 Juni mendatang. Pada PPDB tahun ini, SMPN 4 Labuhan Badas hanya menargetkan tiga Rombongan Belajar (Rombel). Terdiri dari 32 siswa per Rombel.

Kepala SMPN 4 Labuhan Badas, Punijan, S.Pd mengatakan, berbagai upaya sosialisasi dilakukan untuk bisa mencapai target. Mulai dengan memasang spanduk hingga melakukan pendataan jumlah siswa lulusan di setiap SDN pendukung.

SDN Pendukung di SMPN 4 Badas Rata-rata sekolah kecil dengan jumlah siswa relatif minim. Punijan menyebut, lulusan SDN Bangkong hanya 22 orang. SDN Pamulung 15 orang, SDN Batu Nisung 9 orang dan SDN Badas 12 orang.

Hanya lulusan SDN Karang Dima yang relatif banyak yakni mencapai 60 orang. Itu pun sebagian ada yang mendaftar ke sekolah lain.

Baca juga:  BDR juga Diterapkan di SMA/SMK Se Kabupaten Sumbawa

Namun demikian, pihak sekolah tetap optimis kuota terpenuhi. Hasil pendataan sementara, yang siap melanjutkan pendidikan di SMPN 4 mencapai 22 orang.

Jumlah tersebut dipastikan terus bertambah hingga menjelang pembukaan PPDB 29 Juni mendatang. ”Kalau dari data bisa terpenuhi,” kata mantan Kepala SMPN 3 Labuhan Badas ini, Senin (15/6/2020).

Di samping strategi tersebut, pihak sekolah juga berusaha menarik minat siswa baru dengan berbagai program unggulan. Salah satunya dengan program kelas digital.

Menurutnya, pihaknya telah menyiapkan satu ruangan khusus dilengkapi 32 unit komputer. Tak hanya itu, sekolah tersebut juga akan melakukan pengembangan literasi berbasis agama.

Dengan demikian, siswa tidak hanya cerdas akademik melainkan juga cerdas spritual. ”Pada tahun ajaran baru kita akan lakukan pengembangan literasi berbasis agama,” terangnya.

Baca juga:  SOLUD Serap Aspirasi Pendidikan di Kecamatan Palibelo

Sama dengan sekolah lain, jika terget tiga Rombel tidak terpenuhi maka sejumlah guru terancam kekurangan jam tatap muka. Yakni guru Matematika, IPA, IPS dan Bahasa Inggris.

Sementara kurangnya jam tatap muka berimplikasi terhadap tunjangan profesi guru bersangkutan.

”Ada 4 sampai 5 guru yang terancam kekurangan jam. Saat ini aja ada satu (guru) yang ambil jam di SMPN 1 Sumbawa,” bebernya. (red)

Baca juga: Kompetensi Keahlian Teknik Alat Berat Jadi Incaran

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...