Tahun Ajaran Baru, SMP di Sumbawa Mulai Terapkan Full Day School

Bagikan berita

SUMBAWA, Samotamedia.com – Seluruh Sekolah Menengah Pratama (SMP) di Kabupaten Sumbawa akan mulai melaksanakan sistem Full Day School atau 5 hari sekolah. Sistem ini mulai diterapkan di tahun ajaran baru, tepatnya 10 Juli 2023.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, M. Ikhsan Safitri kepada wartawan, Selasa (4/7/23).

“Sekarang kita kan posisi libur sekolah, menghadapi tahun ajaran baru masuk 10 juli 2023. Jadi untuk tahun ajaran baru, untuk SMP kan sudah kita sampaikan sosialisasinya. Untuk SMP semuanya wajib melaksanakan full day school, dan itu kita sudah sosialisaskan,” ujar Kadis.

Diterangkannya, full day school ini hanya diwajibkan bagi SMP saja. Sedangkan untuk Sekolah Dasar (SD) bersifat opsinal. Artinya dapat menerapkan full day school maupun tidak.

“Sedangkan SD pada dasarnya sifatnya opsional dan sudah banyak sekolah – sekolah yang sudah menyatakan kesiapan full day school. Bahkan di desa – desa itu sangat antusias melaksanakan full day school. Karena dia tau hajat dari full day school ini lebih banyak ke arah peningkatan atau penguatan karakter,” tambah Ikhsan.

Dalam sistem full day school, jelas Kadis, durasi 3 jam ke belakang dimanfaatkan untuk hal-hal yang bersifat konstruktir. Seperti penguatan karakter pancasila, ketuhanan maha esa dan sebagainya.

“Selama ini yang kita asumsikan yang sekolah siang, dari siang sampai sore banyak waktu yang terbuang di rumah. Maka ketika dia full day secara terorganisir kegiatannya sangat bermanfaat. Secara umum antusias full day school atau 5 hari sekolah itu sangat antusias,” ungkapnya.

Selain itu, jam sekolah juga telah diatur. Yaitu mulai pukul 07.00 Wita hingga 16.00 Wita. Dalam hal ini pihaknya menekankan kepada semua sekolah untuk dapat berinovasi. Sehingga para murid tidak jenuh ketika menerima pelajaran.

“Jenuh kalau monoton, tapi kalau diselingi dengan kegiatan di luar sekolah, seperti out door siswa akan tetap semangat belajar. Jadi sekolah kami juga minta untuk inovasi, inovatif apa materinya apa substansinya. Cara mengajarnya juga begitu. Jadi pada intinya apa kegiatan kita untuk penguatan karakter, nasionalismenya. Silahkan lah sekolah, kita dinas tidak perlu mendikte harus begini atau begitu, tapi pada dasarnya silahkan kepada arah penguatan karakter,” pungkasnya. (Red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...