Terungkap, Mahasiswi yang Ditemukan Tergantung Ternyata Dibunuh Sang Kekasih

Bagikan berita

MATARAM,Samotamedia.com — Satreskrim Polresta Mataram berhasil mengungkap kasus pembunuhan Linda Novita Sari (23 tahun) yang ditemukan tergantung di Jalan Arofah II, BTN Royal, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram itu.

Setelah melalui rangkaian proses penyelidikan dan penyidikan, kini terungkap bahwa Linda diduga dibunuh oleh kekasihnya sendiri berinisial RPN (22 tahun) alias Rio. Korban pertama kali ditemukan tergantung dan sudah tidak bernyawa pada hari Sabtu (25/07/2020) sekitar pukul 16.30 wita.

Terungkapnya kasus ini tak lepas dari kerja keras penyidik kepolisian. Penyelidikan dilakukan tim gabungan Polresta Mataram, Polsek Ampenan dan Polda NTB.

Tak kurang dari 23 orang saksi diperiksa penyidik. Kemudian meneruskan permintaan keluarga korban dengan melakukan otopsi. Petugas dan tim forensik membongkar kuburan Linda di TPU Karang Medain hari Senin (03/08/2020).

Dari keterangan saksi serta diperkuat dengan sejumlah alat bukti, petugas mengendus kematian Linda bukan karena gantung diri. Melainkan karena dibunuh.

Dengan mengantongi bukti permulaan yang cukup, lalu diteruskan dengan hasil gelar perkara, Rio ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Linda. ”Ini kasus pembunuhan. Tersangkanya RPN alias Rio,” ungkap Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto didampingi Kapolresta mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto,SIK, M.Si saat jumpa pers pengungkapan kasus pembuhan tersebut di Mapolresta Mataram, Jumat (14/08/2020).

Sebelum peristiwa itu, pelaku bertemu korban di BTN Royal pada hari Kamis (23/07/2020) sekitar pukul 17.00 wita. Keduanya sempat berbicara panjang lebar. Riak perselisihan mulai timbul setelah pelaku meminta izin untuk pergi ke Bali selama dua hari. Tapi tidak diizinkan oleh korban. Sempat terjadi adu mulut antar keduanya.

Baca juga:  Temuan Bawaslu Dalam Coklit Data Pemilih Dimentahkan KPU

Korban sempat mengancam hendak bunuh diri menggunakan sebilah pisau. Korban juga mengancam akan memberi tahu orang tua pelaku jika dirinya dalam keadaan hamil. Namun pelaku berhasil menenangkan korban. ”Awalnya ada cekcok antara tersangka dan korban,” bebernya.

Namun cekcok kembali terjadi setelah orang tua pelaku menelpon. Pelaku diminta pulang ke Janapria Lombok Tengah. Orang tua pelaku menelpon sebanyak tiga kali. Tiga kali juga pelaku meminta izin kepada korban untuk pulang ke Janapria. Karena tetap tidak diizinkan oleh korban, pelaku pun kesal terlebih korban juga mengancamnya dengan anak panah.

Sambil berkata ”jangan macam-macam”, pelaku mencekik leher korban hingga terjatuh ke lantai. Pelaku bahkan terus mencekik hingga korban pun tak sadarkan diri. ”Kejadian itu hari Kamis (23/07/2020) sekitar pukul 19.30 wita,” ungkapnya.

Beberapa saat, pelaku termenung sambil menatap tubuh perempuan yang baru lulus seleksi program pasca sarjana fakultas hukum Unram itu. Lalu timbul niat pelaku untuk menghilangkan jejak. Pelaku keluar dari jendela rumah dan pergi ke daerah Jempong untuk membeli tali. Tapi tali baru didapat di sekitar Kekalik.

Setelah itu, pelaku kembali ke rumah. Dia bergegas mengambil kursi makan yang ada di ruang makan. Pelaku lalu naik ke kursi untuk menjebol lubang angin tembok dapur.

Setelah itu, Rio membuat simpul tali seukuran kepala korban. Korban lalu diangkat dan dibawa ke dekat pintu tempat pelaku menggantungkan tali. Upaya tersebut beberapa kali gagal. Pelaku lalu menarik sofa di depan tv.

Setelah itu, tersangka memegang bagian perut korban dengan tangan kiri. Sedangkan tangan kanannya menarik tali. Setelahnya pelaku mengikat tali dan memegang bagian perut korban. Setelah dirasa korban dalam posisi sempurna tergantung, tersangka pun melepaskan pegangan tangannya.

Baca juga:  Anak di Bawah Umur Diduga Dicabuli Waria Pekerja Salon

Begitu korban sudah tergantung, pelaku mengambil baju untuk mengelap keringat yang masih menempel di tubuh korban. ”Dia sempat membersihkan keringatnya yang menempel di tubuh korban,” paparnya.

Setelahnya, pelaku berkemas dan pulang ke Lombok Tengah menggunakan sepeda motor. Di sekitar Jalan Lingkar, pelaku berhenti untuk membuang sisa tali dan baju yang digunakan mengelap keringatditubuh korban.

Pelaku sampai ke rumahnya di Janapria Jumat dini hari (24/07/2020) sekitar pukul 00.00 wita. ”Itu kronologis pengungkapan kasus ini dengan tersangka Rio,” tutupnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa menjelaskan, terkait adanya bercak darah dari jasad korban masih menunggu jadwal pemeriksaan dari dokter forensik.

Sementara tentang penyebab cekcok korban dengan pelaku juga masih didalami petugas. ”Kita masih menjadwalkan pemeriksaan lanjutan. Jika ada fakta yang mendalam. Kami akan kembali melaksanakan gelar perkara,” ungkap Kadek.

Dalam mengungkap kasus ini, selain memeriksa sekitar 23 saksi, Satreskrim Polresta Mataram juga setidaknya mengamankan puluhan barang bukti.

Mulai dari sepeda motor pelaku. Tali bahan nilon. Cincin bertuliskan Rio. Tali warna orange. Pisau dapur. Diary kecil. 2 lembar tiket pesawat atas nama Rio. 1 buah tas selempang. 1 bendel hasil rapid tes atas nama Rio. 1 buah tas selempang milik korban.

Akibat perbuatannya, Rio terancam dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan Sub Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...