Terus Menggeliat, 25 BUMDes di Sumbawa Masuk Kategori Maju

Bagikan berita

Samotamedia.com – Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes) di Kabupaten Sumbawa terus menggeliat. Data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) tercatat 25 BUMDes yang masuk kategori maju.

Kadis DPMD Kabupaten Sumbawa, Varian Bintoro mengatakan bahwa dari 157 BUMDes yang ada, 25 diantaranya berstatus maju.

Tolak ukur kemajuannya dilihat dari unit pelayanan usaha. BUMDes maju, kata dia, tidak hanya bergerak di bidang simpan pinjam. Melainkan sudah melebar ke bidang lain seperti malahirkan dan memasarkan produk sendiri.

“BUMDes sekarang ini rata-rata ada yang menggeliat, dari sisi unit layanan usahanya bukan hanya simpan pinjam. Tapi sudah ada produk hasil dari produksi BUMDes itu sendiri. Contohnya teh dari daun kelor diproduksi oleh BUMDes desa Kreke. Di Labuan Bontong juga Produksi abon ikan,” kata Varian, Jum’at (3/7/2020).

Baca juga:  Pemdes Leseng Salurkan BLT DD kepada 40 KPM

Namun tak dipungkiri masih banyak juga BUMDes yang pengelolaannya belum maksimal. Unit usaha terbatas bahkan Sumber Daya Manusia (SDM) pun masih minim.

Untuk itu DPMD akan terus memacu perkembangan setiap BUMDes. Karena tolak ukur kemajuan desa juga bisa dilihat dari perkembangan BUMDes di desa bersangkutan.

”Dalam setiap waktu saya dan teman-teman yang terlibat dalam pendamping itu terus memantau mana BUMDes yang belum maju, belum bergerak untuk dibantu dan dibina untuk bisa bergerak maju,” ucap Varian.

”Dan bagi BUMDes yang sudah Maju akan terus didukung. Misalnya ada BUMDes yang membackup UMKM, nanti dibantu untuk ijin halal nya, dari BPOMnya, semuanya kita bantu untuk memudahkan,” imbuhnya.

Baca juga:  Forsekdesi: Pemberhentian Perangkat Jangan Semaunya Kepala Desa

Kadis juga berharap agar Kepala Desa melakukan penguatan terhadap BUMDes. Penyertaan modal oleh desa juga harus ditingkatkan. Sebab keberadaan BUMDes sangat penting sebagai penguatan ekonomi kerakyatan. Menggerakan serta membantu mengangkat potensi-potensi yang ada di Desa guna mencapai target satu desa satu produk.

“Sasaran kita satu desa satu produk. One village one produk istilahnya. Dan kalau BUMDes bagus berkembang, desa bisa memberikan suntikan dana,” harapnya. (cr-abi)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...