Tipu Pengusaha Ratusan Juta, Seorang Ibu Rumah Tangga Dibui

Bagikan berita

MATARAM, Samotamedia.com – Ibu rumah tangga inisial PL (25) berurusan dengan polisi. Wanita asal Ampenan ini diduga telah menipu pengusaha konter ratusan juta.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, SIK mengungkapkan, kasus ini bermula bulan Juni 2021 lalu.

Awalnya, terduga dipercayakan oleh korban untuk membeli handphone merek Iphone 12 Pro Max. Karena PL memiliki jaringan pembelian Iphone di Solo, Jawa Tengah (Jateng).

”Korban pun mentransferkan uang Rp185 juta ke PL bulan Juni lalu,” tutur Heri, Senin (12/7/2021).

Setelah menerima uang, PL pergi ke Solo untuk bertemu dengan penyalur Iphone bernama Deni. Dari pertemuan itu, pelaku mengaku memesan sembilan HP Iphone. Disepakati harga per Iphone Rp 18 juta. PL mengaku mentransfer uang ke Deni.

Baca juga:  Seorang Remaja Ditangkap Karena Mencuri, Uang Habis untuk Foya-foya

”Dijanjikan barang akan dikirim lima hari setelah dilakukan pembayaran,” jelasnya.

Namun sampai saat ini, fisik Iphone yang dipesan korban dari PL tidak kunjung datang. Sehingga, korban merasa tertipu hingga melapor ke polisi.

Dari hasil penyelidikan, PL ditangkap di wilayah Ampenan, Mataram. Sebelumnya, korban pernah dimediasi. ”PL diminta mengembalikan uang korban. Tetapi, tidak ada iktikad baik,” jelasnya.

Di bagian lain, Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, ST, SIK menambahkan, saat ini polisi masih melakukan pengembangan.

Pihaknya mencari Deni ke Solo untuk membuktikan apakah memang uang tersebut sudah ditransfer PL atau tidak. ”Itu masih pengakuan dari pelaku saja. Semua masih didalami,” kata Kadek Adi.

Baca juga:  Hendak Transaksi Narkoba, Oknum Staf Desa di Bima Ini Ditangkap di Dompu

Jika memang PL telah mentransferkan uang ke Deni. Harus memiliki bukti kuat. Jika tidak PL bakal mendekam di dalam jeruji besi.

”Tetapi, sampai sekarang belum bisa kita ketahui keberadaan Deni yang disebut PL sebagai penerima uang. Handphonenya mati,” jelasnya.

Akibat dari perbuatannya, PL dijerat pasal 372 dan pasal 378 KUHP. Ancaman hukuman empat tahun penjara.

Sementara itu, PL mengaku uang tersebut tidak dia nikmati. Dia juga dalam posisi tertipu. ”Semua sudah saya transfer pembayarannya ke rekening Deni,” kata PL.

Dia mengaku sudah tiga kali memesan Iphone dari Deni. Pada pengiriman pertama dan kedua berjalan lancar. ”Tetapi, yang ketiga ini barangnya tidak kunjung datang,” ujarnya. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...