Ujung Tombak Bantuan Pangan Masyarakat Bima, Kisah Sile Dedikasikan Diri 40 Tahun Bersama Bulog

Bagikan berita

BIMA, Samotamedia.com – Tidak ada yang lebih mulia selain loyalitas dan kesetiaan. Kata bijak ini mungkin tepat untuk menggambarkan loyalitas seorang Sile.

Iya, buruh paling senior atau kasarnya renta di Kancab Bulog Bima ini sudah mengabdikan hidupnya selama 40 tahun sebagai seorang buruh pikul. Tentu saja status buruh adalah mulia baginya. Pun bagi perusahaan yang menaunginya.

Bahkan, bagi Bulog Kancab Bima, pria berusia 60 tahun tersebut adalah ujung tombak perusahaan.

Saat mendapatkan perintah dari presiden untuk segera menyalurkan bantuan kepada masyarakat, maka buruh lah yang menjadi harapan akhir untuk bekerja dengan keras dan cepat guna menyukseskan program tersebut. Termasuk M. Saleh Rahman, nama pemberian orang tua, Sile.

“Saya sudah menjadi buruh di Bulog selama 40 tahun lebih. Sudah lama sekali. Saat ini saya yang paling tua di sini dan teman-teman saya sudah banyak yang meninggal,” ungkapnya penuh semangat.

Sile memang dikenal sebagai buruh paling senior di Kancab Bima. Ia dan buruh lainnya bertugas melakukan rebag beras, gula, dan minyak ke dalam kemasan agar siap untuk diedar dan diperjual-belikan kepada masyarakat.

Di usia senjanya, Sile masih aktif menjadi buruh di Gudang Jatiwangi.“ umur saya sudah 60 tahun lebih, tapi saya masih kuat alhamdulillah” ujarnya.

Dalam sehari, Sile dan 12 buruh lainnya dapat menyelesaikan 7 sampai 8 ton beras dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Tentu saja, bentuk cinta seorang bapak kepada anak dan istri mampu meringankan segala beban berat pekerjaan yang dipikulnya, luar biasa.

Sebagai buruh Bulog, Sile mampu menghidupi istri dan ketiga anaknya, “Alhamdulillah upah dan hak-hak kami selalu dipenuhi tepat waktu sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup. Lingkungan kerja yang nyaman serta aman membuat kami bersyukur dan betah menjadi buruh di sini,”ungkapnya lagi.

Meski telah mencoba peruntungan di tempat lain seperti bertani padi dan jagung. Namun, Bulog tetap selalu menjadi tempat bekerja yang nyaman bagi Sile untuk kembali. “Ketika ada program dari pemerintah, kami buruh harus segera menyiapkan beras untuk disalurkan ke masyarakat” ujar Sile kembali. Para buruh Bulog sadar bahwa pekerjaan yang mereka lakukan adalah demi negara dan masyarakat. Mereka membantu dan mendukung pemerintah untuk menyukseskan program dalam memberikan bantuan pangan dan menyediakan komoditi murah kepada masyarakat. Peran yang sangat mulia, bukan?

Sebagai lembaga umum milik negara yang bergerak di bidang logistik pangan, Bulog selalu berupaya menjaga keseimbangan pangan dan menyediakan komoditi-komoditi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk itu, Bulog selalu berusaha mengedepankan kesejahteraan buruh yang merupakan ujung tombak perusahaan. (Red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...