Usaha Golden Melon Hydroponic Menjanjikan, Modal Kecil Untung Besar

Bagikan berita

Samotamedia.com – Abdul Hamid sukses mengembangkan golden melon di desanya di Desa Ombe Kecamatan Kediri Lombok Barat. Dengan konsep hydroponic, golden melon itu menjadi satu-satunya di NTB bahkan di Indonesia.

Ide mengembangkan golden melon ini, Hamid terinspirasi dari pengalaman 12 tahun bekerja sebagai buruh migran di Malaysia.

Saat ini baru dikembangkan di areal seluas 40 are yang terdiri dari 9 blok. Dalam satu bloknya bisa menghasilkan 5 kwintal atau menghasilkan uang sekitar Rp10 juta.

Dalam sebulan, golden melon bisa dipanen hingga 3-4 blok. Jika diuangkan maka bisa meraup keuntungan dari Rp30 hingga Rp40 juta per bulan. Ini di luar biaya operasional dan perawatan.

”Sedangkan biaya produksi yang dikeluarkannya hanya sebesar Rp1 juta pada setiap bloknya,” bebernya.

Golden melon di Desa Ombe Kecamatan Kediri Lombok Barat.

Dengan biaya produksi relative murah hanya 10 persen dari hasil panen, menjadikan usaha tersebut sangat menjanjikan.

Baca juga:  PT Seger Sebut Harga Jagung Sumbawa Paling Mahal

Hal menarik lainnya, golden melon ini dikembangkan dengan konsep hydroponik, bebas bahan kimia. Budidaya golden melon dengan konsep tersebut disebut hanya ada di NTB, dan satu-satunya di Indonesia.

Tak hanya itu, golden melon ini juga memiliki citra rasa berbeda. ”Ini satu-satunya di Indonesia. Rasanya juga tidak ada yang nyamain,” katanya.

Di samping bebas pestisida, ia juga melakukan Netting (pemasanagan net tanaman) pada setiap block tanaman agar terhindar dari serangan hama.

Pandemi covid-19 yang melanda sempat membuat Hamid kelabakan. Sebab saat itu, mulai dari bibit hingga nutrisi organik masih didatangkan dari negara asal yakni Malaysia.

Ia menuturkan bahwa pengiriman sering kali tersendat. Namun kondisi itu tak menyurutkan semangatnya. Sebaliknya ia justru terdorong untuk mengembangkan pembibitan secara mandiri .

Baca juga:  Tanam Padi Sistem SRI dan Jarwo Diharapkan Mampu Tingkatkan Produksi Petani

”Sekarang sudah banyak bahan-bahan lokal, baik dari pasokan nutrisi organik, hingga anti hama maupun bahan-bahan lainnya,” sambungnya.

”Dijamin, golden melon ini benar-benar tidak memakai bahan kimia. Semua menggunakan bahan organik, termasuk dalam pencegahan hama,” tambahnya lagi.

Kapolsek Kediri, Iptu Donny W.S,.SIK bersama rombongan saat berkunjung ke lokasi usaha golden melon

Mendengar kabar sukses Hamid, banyak pihak yang tertarik berkunjung. Termasuk Kapolsek Kediri, Iptu Donny W.S,.SIK. Didampingi Sekdes Ombe Baru Khairudin dan pengelola agro Abdul Hamid meninjau langsung ke Lokasi, Selasa (23/6/2020).

”Ini merupakan potensi yang ada di Desa Ombe Baru Kecamatan Kediri, dalam mendukung kampung sehat terutama dalam ketahanan pangan,” katanya.

Kapolsek apresiatif terhadap hydroponic golden melon milik Abdul Hamid. Di samping selalu menggunakan bahan organic, para pekerja juga mengedepankan protocol kesehatan dalam bekerja. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...