Warga Beberkan Kondisi Riil Pengerjaan Jalan Lantung Sepukur-Ropang

Bagikan berita

SUMBAWA, Samotamedia.com – Warga Kecamatan Ropang beberkan kondisi riil progres pengerjaan jalan Lantung Sepukur-Ropang yang diklaim telah mencapai 80 persen.

Sebelumnya Kadis PUPR Kabupaten Sumbawa Dian Sidartha menyebut bahwa progres peningkatan jalan Lantung Sepukur-Ropang tinggal dihotmix. Namun faktanya menurut warga tidak demikian.

Kepala Desa Ranan Kecamatan Ropang, Sukman mengungkapkan bahwa progres pengerjaan jalan Lantung Sepukur-Ropang masih jauh dari 80 persen.

”Kalau kita tidak turun (Melintasi jalan) dua hari terakhir mungkin saja sudah 80 persen. Siapa tau dikerjakan dalam dua tiga hari itu. Tapi kami baru melintasinya tadi pagi,” ujar Sukman saat dihubungi Samotamedia.com, Jumat (12/11/2021).

Dari pengamatan Sukman, pengerjaan jalan kemungkinan masih sekitar 50 persen. Sebab masih separuh yang telah dilakukan pengerasan. Sementara yang telah dihotmix diperkirakan baru sekitar satu kilometer.

”Kalau dibilang sudah 80 persen mungkin masih jauh. Kalau saya lihat kemungkinan baru 50 persen lah. Karena masih ada setengah yang belum pengerasan,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan tokoh pemuda Ropang, Syapruddin. Dia meminta Kepala Dinas PUPR untuk menghitung ulang progres pengerjaan Lantung Sepukur-Ropang. Dari pengamatan dia masih banyak pengerjaan yang belum diselesaikan.

”Kalau dibilang sudah 80 persen yang sudah, itu kebalik. Deker aja belum ada satu-satu yang jadi. Ada enam deker belum ada yang jadi. Pengerasan masih banyak yang belum. Hotmix masih sekitar sepertiga dari titik nol,” bebernya.

Masa kontrak akan berakhir 13 November 2021. Dengan sisa waktu yang ada mustahil pengerjaam bisa rampung sebelum masa kontrak berakhir. ”Mustahil bisa diselesaikan (Sesuai batas kontrak),” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pengerjaan jalan Lantung Sepukur-Ropang terus dikebut. Sejauh ini progres pengerjaan telah mencapai 80 persen dan kini persiapan pengaspalan.

Kepala Dinas PUPR Dian Sidartha menyebut progres pengerjaan per 31 Oktober sudah 68,32 persen. Bahkan telah mencapai 80 persen per 9 November 2021. ”Tinggal hotmix,” ungkap Dian, Selasa (9/11) lalu.

Proyek dengan pagu Rp 9,1 miliar itu dikerjakan oleh PT. Nindya Toba Artha. Dengan nilai kontrak Rp8,64 miliar. Berdasarkan kontrak, pengerjaan harus selesai per 13 November 2021 mendatang.

Sisi lain, medan menuju wilayah tersebut terbilang sulit. Terlebih saat ini telah memasuki musim hujan. Meski kondisi demikian, dengan waktu yang tersisa Dian meyakini pengerjaan selesai tepat waktu.

Sebaliknya jika terjadi keterlambatan, masa pengerjaan diperpanjang hingga akhir Desember 2021. ”Kalau tidak tuntas bisa memberikan penambahan waktu sampai 31 Desember. Kami berharap di tanggal 13 (November) selesai,” tandasnya. (Jho)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...