Waspada Hoax Hasil Pilkada Sumbawa 2020

Bagikan berita

SUMBAWA – KPU dan Bawaslu Sumbawa kembali mengingatkan bahaya informasi hoax hasil Pilkada 2020 yang banyak beredar media sosial. Kedua lembaga menghimbau kepada masyarakat untuk bersabar menunggu keputusan resmi dari KPU.

”Kami Bawaslu menghimbau kepada semua pihak, tunggu hasil KPU,” ujar Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Sumbawa, Lukman Hakim, SP., M.Si kepada Semota Media, Senin (14/12/2020).

Menurut Lukman, informasi hasil Pilkada yang banyak beredar berpotensi hoax. Karena kebanyakan bersumber dari lembaga non penyelenggara. Itu pun digunakan untuk menggiring opini publik atas kepentingan Paslon tertentu.

”Adapun hasil rilis oleh orang atau lembaga (Non penyelenggara) itu bukan hasil resmi. Jangan disebar. Kalau tetap dilakukan, itu bisa dikategorikan informasi hoax,” ujarnya.

Proses tekapitulasi berjenjang oleh KPU terus berlanjut. Sesuai jadwal yang dirilis KPU, rekap kabupaten akan berlangsung Rabu, 16 Desember 2020.

Berdasarkan hasil pengawasan Bawaslu, sejauh ini proses rekap berjalan aman dan lancar. Meski disayangkan pada rapat Pleno terbuka tingkat kecamatan atau PPK, ada saksi paslon tertentu yang menolak menandatangani berita acara hasil perhitungan suara.

Baca juga:  Jarot-Mokhlis: Angka 5 Nomor Keramat

Menurut Lukman, penolakan ini terjadi hampir diseluruh kecamatan. ”Kami menyayangkan ada paslon yang menolak hasil rekap tanpa alasan yang jelas. Hampir di semua kecamatan. Padahal mereka mengikuti proses, tapi pada akhir tidak mau tandatagan berita acara. Dengan alasan tidak jelas,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Komisioner KPU Sumbawa, M. Ali, SIP melalui siaran Persnya, Senin (14/12/2020).

Berdasarkan hasil rapat koordinasi KPU Sumbawa bersama Bawaslu, Kapolres dan Dandim, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menunggu keputusan resmi KPU.

Menurut Ali, rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara pasangan calon bupati dan Wakil Bupati Sumbawa tingkat kabupaten rencana digelar di ballroom hotel Sernu Raya Rabu, 16 Desember.

”Secara aturan tahap rekap hasil perolehan suara pasangan calon kami lakukan berjenjang dari hasil penghitungan di TPS oleh KPPS, lanjut ke tingkat kecamatan oleh PPK dari hasil TPS dan dari hasil rekapitulasi kecamatan baru dilanjutkan rekapitulasi hasil ditingkat KPU kabupaten Sumbawa sekaligus ditetapkannya perolehan suara masing-masing pasangan calon,” jelasnya.

Baca juga:  Puspoll Indonesia: Jarot Mokhlis Menang Tipis dari Mo-Novi

Oleh karenanya, masyarakat diminta untuk tidak berspekulasi dan bias persepsi dalam menanggapi hasil tabulasi data perolehan suara sementara yang di rilis oleh banyak pihak. Meski data yang disajikan berbasis C Hasil KWK TPS atau D Hasil KWK kecamatan.

”Tetapi itu belum final karena masih ada proses rekapitulasi manual tingkat kabupaten sesuai dengan D. Hasil KWK kecamatan,” ujarnya.

”Kami tegaskan informasi-informasi menyangkut data hasil perolehan suara semua pasangan calon yang berkembang saat ini, itu bukan hasil tabulasi data dari KPU Sumbawa. KPU Sumbawa tidak pernah menyebarkan informasi perolehan suara pasangan calon,” pungkasnya. (red)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...