Yatim Piatu Ini Tinggal dan Dirawat Neneknya yang Miskin

Bagikan berita

SUMBAWA – Fhoto anak usia sekitar 7 tahun beredar di WA-WA group. Anak berjenis kelamin perempuan itu tampak meringkuk di tempat tidur, dengan penuh luluran obat tradisional di badan.

Kondisi bocah itu juga tampak memperihatinkan. Badannya kurus, kering serta mulai nampak tulang belulang. ”Siswa kelas I MIN Sejari sudah 2 bulan sakit,” tulis caption pada fhoto yang diupload di group Sumbawa Hebat Bermartabat, Kamis (14/1) siang itu.

Iya, dia adalah Aira Saputri. Asal RT 001 RW 009 Dusun Sejari Desa Plampang Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa.

Anak yang masih duduk di bangku kelas I MIN 4 Sumbawa itu telah berbulan-bulan sakit. Sementara kedua orang tuanya telah lama meninggal dunia.

Almarmarhum ibunda Aira yang diketahui bernama Ekmawati meninggal dunia saat Aira masih tiga tahun usia. Selang dua tahun kemudian ayah Aira, Zakariah pun menyusul istrinya menghadap yang kuasa.

Sejak itulah Aira yang merupakan anak satu-satunya itu tidak lagi merasakan sentuhan kasih sayang orang tua. Anak kelahiran 18 Mei 2013 itu tinggal bersama kakek dan neneknya.

Baca juga:  Warga di 110 Desa dan Kelurahan di Sumbawa Masih BAB Sembarangan

”Ayahnya meninggal tahun 2019. Dia tinggal sama kakek dan neneknya,” kata bibi Aira, Asma kepada Samota Media, Kamis (14/1/2021).

Kakek Aira bernama Tembo, dan neneknya bernama Hapsa. Di Sejari, Tembo dan istrinya termasuk warga dari kalangan ekonomi lemah. Kesehariannya bertani dan berkebun.

Suatu hari kondisi kesehatan Aira terganggu. Ia mengalami mual-mual. Karena semakin hari kondisinya kian parah, akhirnya Aira dilarikan ke puskesmas setempat.

Bermodal surat keterangan tidak mampu, Aira dirawat sekitar seminggu lamanya. Sebelum akhirnya dipulangkan. ”Pernah dibawa ke rumah sakit. Seminggu di sana, sempat sehat,” tutur Asma.

Belum lama keluar rumah sakit, penyakit Aira kambuh lagi. Bahkan lebih parah dari sebelumnya. Akibatnya, kondisi tubuh Aira menyusut, kurus kering. Aira dikabarkan menderita gizi buruk.

Keinginan hati sang nenek ingin cucunya itu dirawat kembali di rumah sakit. Namun apalah daya kondisi ekonomi tak memungkinkan. Akhirnya mereka hanya bisa pasrah, dan si yatim piatu itu hanya dirawat di rumah menggunakan obat tradisional.

Baca juga:  BUMDes di Sumbawa Ungkap Modus Dugaan Pemerasan Oleh Oknum Pengawas

Kabar sakitnya Aira sampai ke telinga para guru, termasuk kepala sekolah, M Nasir. Mereka pun berkunjung ke rumah Aira. Untuk melihat langsung kondisi muridnya itu.

”Iya betul pak. Itu murid saya kelas 1. Saya sering jenguk. Kondisinya tidak tau mau bilang apa. Orang tuanya sudah tidak ada. Kurang mampu juga, kasian,” kata Kepala MIN 4 Sumbawa, M Nasir.

Kepala Desa Plampang, Juprianto membenarkan keberadaan Aira yang sakit. Menurutnya pihak desa bersama pemerintah kecamatan dan UPT Puskesmas setempat telah berkunjung ke rumah Aira, Kamis (14/1).

Melihat kondisi yang cukup parah, Aira akhirnya dilarikan ke Puskemas Plampang dan rencana akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah.

”Benar pak. Tadi kami bersama pak Sekcam dan UPT Puskesmas kroscek ke lapangan. Ternyata benar. Dan kami bawa ke puskesmas dan akan dirujuk ke rumah sakit,” tutur Kades.

Terkait biaya perawatan, pihak desa akan membantu. Termasuk telah mengkomunikasikan hal ini dengan pihak terkait, termasuk dengan pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa. (jho)

Bagikan berita

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

berita terkait

Cari Berita Lain...